Ilustrasi perempuan mengaplikasikan perawatan wajah (skincare) saat pagi dan malam hari/Freepik.com
Health

Ibu Hamil Dilarang Pakai Retinol?

Mutiara Nabila
Kamis, 20 Juli 2023 - 16:52
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kandungan retinol dalam produk perawatan kulit sering kali disebut berbahaya jika digunakan oleh ibu hamil dan menyusui. Lalu seperti apa faktanya? 

Dokter spesialis kulit Dikky Prawiratama mengatakan bahwa sampai saat ini tidak ada jurnal yang menyebutkan bahwa kandungan retinol dalam produk perawatan kulit berbahaya untuk ibu hamil dan menyusui. 

"Kalau tidak boleh digunakan ibu hamil, tidak mungkin jadi produk over the counter [OTC]. Nggak mungkin orang BPOM nongkrong di toko supaya ibu hamil nggak beli skincare retinol," kata dokter Dikky. 

Namun, ada satu kandungan yang lebih kuat dari retinol, yaitu retinoic acid atau retinoid dengan persentase bahan aktif lebih tinggi sehingga digolongkan sebagai obat-obatan yang memerlukan resep dari dokter untuk mengetahui dosis penggunaannya. 

Apa Bedanya Retinol dan Retinoid? 

Retinoid

Dokter Dikky menjelaskan beda retinol dengan retinoid ada pada persen-persen bahan aktifnya yang penggunaannya harus dikontrol oleh dokter. Sementara itu, retinol memiliki kandungan lebih kecil dan lebih aman sehingga bisa jadi produk OTC. 

Melansir healthline.com, retinoid adalah turunan dari vitamin A, yang bisa mengurangi tampilan garis halus dan pigentasi paada kulit, bahkan hingga meredakan psoriasis. Retinoid berfungsi mendorong percepatan pertumbuhan sel kulit. 

Ahli dermatologi Dr. Karyn Grossman dari Grossman Dermatology menjelaskan bahwa retinoid bisa mempercepat pertumbuhan sel kulit dan mengubah cara sel kulit berfungsi. 

Menggunakan retinoid secaara topikal bisa membantu meningkatkan jumlah sel di permukaan kulit sehingga menebalkan lapisan terluar kulit. 

Retinoid dan retinol juga bekerja di lapisan dermis kulit untuk mendorong produksi kolagen dan elastin, kedua protein ini mengalami penurunan produksi seiring berjalannya usia sehingga kulit menjadi tipis dan muncul tanda penuaan lainny. 

Selain itu, retinoid juga dapat berperan membuka dan membersihkan pori, membunuh bakteri yang menyebabkan jerawat, dan mengurangi inflamasi serta kulit terkelupas pada kasus psoriasis. 

Retinol

Ahli dermatologi di New York Dr. Emmanuel Loucas mengatakan retinol adalah subtipe dari retinoid. Retinol memiliki fungsi yang sama dengan retinoid namun memiliki kandungan bahn aktif lebih lemah daari retinoid. 

Beda keduanya adalah semakin sedikit langkah yang diperlukan produk ini untuk terurai menjadi retinoic acid, maka semakin kuat produk tersebut. Retinol sendiri  diformulasikan dalam bentuk ester, yang berarti retinol perlu didegradasi menjadi retinoic acid setelah dioleskan ke kulit dan membuat efeknya lebih lemah dari menggunakan retinoid.

Retinol masih bisa berfungsi untuk mengurangi tampilan kerutan, menyembuhkan jerawat ringan, dan hiperpigmentasi. Namun, untuk melihat efeknya pada kulit akan memerlukan waktu lebih lama. 

Adapun, keuntungannya menggunakan retinol adalah efek samping yang lebih sedikit dan bisa ditemui di toko mana saja tanpa memerlukan resep dari dokter.

Penulis : Mutiara Nabila
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro