Co-chair Bill and Melinda Gates Foundation, Bill Gates menjadi pembicara saat Bloomberg New Economy Forum di Beijing, China, Kamis (21/11/2019). Bloomberg/Takaaki Iwabu
Health

Pengalaman Bill Gates Digigit Nyamuk Wolbachia di Yogyakarta

Mia Chitra Dinisari
Minggu, 26 November 2023 - 08:26
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Bill Gates pernah mengatakan jika dirinya menjadi relawan dalam uji coba efektivitas nyamuk wolbachia di Yogyakarta Indonesia.

Kejadian itu, pada tanggal 25 April 2014 ketika dia berkunjung ke Indonesia untuk menyaksikan secara langsung uji coba  nyamuk yang disebut bisa memerangi demam berdarah tersebut.

Saat itu Gates bersedia menerima permintaan jadi relawan karena alasan ingin memerangi demam berdarah.

Di blognya gatesnotes, dia bercerita mendapat permintaan tersebut saat singgah di Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta untuk melihat proyek luar biasa itu dalam mengendalikan penyebaran demam berdarah.

"Saya mempelajari hal itu secara langsung ketika saya setuju untuk menawarkan rasa darah saya sendiri kepada seekor nyamuk. Hanya dalam beberapa menit lengan saya bengkak karena belasan gigitan. Itu adalah harga kecil yang harus dibayar untuk sebuah proyek luar biasa yang berpotensi membalikkan keadaan melawan penyakit yang mengerikan," paparnya. 

Kesediaannya juga karena dirinya dan istrinya Melinda sudah mencurahkan banyak uang dan waktu untuk menemukan cara baru dan inovatif untuk memerangi penyakit mematikan.

Dia juga bercerita selain dirinya, setiap minggu lengan mereka bergiliran dimangsa oleh beberapa ratus nyamuk betina yang sangat lapar dan membutuhkan darah manusia untuk mengembangkan telurnya.

"Tidak ada risiko tertular demam berdarah dari nyamuk yang dipelihara di laboratorium ini, namun gigitannya tetap saja terasa gatal. Saya sangat mengagumi anggota tim peneliti," tambahnya.

Bekerja sama dengan komunitas lokal, para peneliti pertama kali melepaskan nyamuk Wolbachia di Australia pada tahun 2011.

Pada bulan Januari, dengan dukungan pemerintah dan warga, tim Indonesia mulai melepaskan nyamuk Wolbachia di lingkungan sekitar Yogyakarta.

"Selama kunjungan saya, saya berkesempatan melepaskan puluhan nyamuk ber-Wolbachia ke alam liar," tambahnya.

Dia juga mengatakan mendapat kesempatan untuk berbicara dengan warga di salah satu lingkungan tempat nyamuk berkembang biak. Beberapa orang bercerita kepada saya tentang anggota keluarga yang menderita sakit parah akibat demam berdarah dalam beberapa tahun terakhir.

Seorang pria kehilangan dua anggota keluarganya karena penyakit tersebut. Kini, mereka optimis bahwa nyamuk-nyamuk ini akan meringankan beban demam berdarah di kota mereka.

Virus demam berdarah yang ditularkan melalui nyamuk ini menyebabkan penyakit serius dan terkadang kematian, terutama di kalangan anak-anak.

Demam berdarah telah menyebar secara dramatis dalam beberapa dekade terakhir karena pertumbuhan populasi dan urbanisasi yang pesat di negara-negara tropis dan subtropis. Sekitar separuh penduduk dunia kini berisiko terkena penyakit ini.

Dia juga memaparkan Wolbachia terdapat secara alami pada 70 persen serangga, dan tidak berbahaya bagi manusia. Tapi bisa menghalangi penularan demam berdarah oleh nyamuk.

Sayangnya, jenis nyamuk pembawa demam berdarah, Aedes aegypti, tidak tertular Wolbachia secara alami, namun sekelompok ilmuwan menemukan cara untuk menularkannya kepada mereka.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro