IndoVac merupakan vaksin Covid-19 berbasis teknologi subunit rekombinan protein yang diproduksi oleh PT Bio Farma (Persero). Bio Farma mulai melakukan riset dan pengembangan vaksin Covid-19 sejak November 2021–24 September 2022./Setkab.go.id
Health

Ini Dia 2 Vaksin Covid Gratis dari Kemenkes, Buatan Lokal

Mutiara Nabila
Senin, 18 Desember 2023 - 16:45
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Kasus Covid-19 di Asia dilaporkan mulai kembali melonjak. Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk kembali melaksanakan vaksinasi.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, untuk vaksin Kemenkes sudah menyediakan vaksin lokal dan masih gratis.

"Sekarang produk lain sudah tidak ada lagi. Hanya ada vaksin dalam negeri dan masih gratis," ujarnya kepada Bisnis, Senin (18/12/2023).

Adapun, vaksin yang disediakan adalah vaksin Inavac sebanyak 500.000 dosis, dan Indovac sebanyak 3,6 juta dosis.

Vaksin Inavac atau yang dikenal sebagai Vaksin Merah Putih merupakan vaksin COVID-19 yang dikembangkan di dalam negeri dengan platform inactivated oleh peneliti Universitas Airlangga bekerja sama dengan PT Biotis. 

Vaksin Inavac merupakan vaksin karya anak bangsa Indonesia yang proses pengembangannya 100% dilakukan di dalam negeri, mulai dari hulu menggunakan seed vaksin dari hasil isolasi virus SARS-CoV-2 pasien COVID-19 di Surabaya hingga ke proses uji klinik dan produksi.

Kedua vaksin ini, kata Nadia, sudah bisa diakses masyarakat di puskesmas dan kantor kesehatan pelabuhan. Vaksin Covid-19 yang disediakan juga tidak hanya untuk kelompok rentan.

"Vaksinnya bisa diakese semua masyarakat usia 18 tahun ke atas untuk dosis ulangan," jelasnya.

Saat ini kasus Covid-19 juga sudah ditemukan di beberapa kota di Indonesia. Dilansir dari laman Kemkes, ada 1.983 kasus Covid-19 yang ditemukan hingga Sabtu, 16 Desember 2023.

Dari total kasus tersebut, ada 349 yang terkofirmasi kemarin di mana 86 di antaranya sembuh dan 1 orang meninggal dunia.

Mengutip dari situs resmi Kemenkes, peningkatan kasus Covid-19 ini terjadi sejak pekan ke-41 atau periode 8-14 Oktober 2023.

Adapun kasus kali ini didominasi oleh subvarian EG.5. Subvarian EG.5 merupakan turunan dari varian omicron dan masuk dalam kategori variants of interest (VOI) atau varian yang memiliki mutasi genetik yang diprediksi dapat memengaruhi karakteristik klinis virus.

Penulis : Mutiara Nabila
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro