Deretan Penyakit Akibat Perubahan Iklim, DBD hingga Gangguan Pernapasan/flickr.com
Health

Deretan Penyakit Akibat Perubahan Iklim, DBD hingga Gangguan Pernapasan

Redaksi
Selasa, 14 Mei 2024 - 13:05
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Perubahan iklim sedang melanda di sebagian besar negara. Perubahan ini memengaruhi suhu dan pola cuaca. Akibatnya, badai atau kekeringan melanda dunia yang menelan banyak korban jiwa.

Tapi, perubahan iklim juga memicu berbagai macam penyakit.

Berdasarkan pantauan NOAA, suhu permukaan global pada bulan Januari naik 1,27 derajat celcius, sehingga memicu suhu panas yang tinggi di muka bumi atau el nino. Kondisi ini diperkirakan akan bertransisi menjadi la nina pada bulan Juni-Agustus 2024.

Di Indonesia, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tercatat per bulan Februari 2024 suhu rata-rata mencapai 27.4 derajat celcius, naik 0.9 derajat celcius dari suhu normal. Kondisi ini merupakan yang tertinggi pada periode yang sama sejak tahun 1981.

Namun, di Makassar terjadi penurunan suhu udara 0,6 derajat celcius dan berbanding terbalik dengan suhu di Kalimantan yang naik 2 derajat celcius.

“Peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer, akibat dari pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan praktik industri yang tidak berkelanjutan, telah mendorong perubahan iklim pada kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya” kata Kepala BMKG, Dwikorita, seperti diberitakan pada laman resmi BMKG, dikutip Selasa (14/5/2024).

Selain berdampak pada lingkungan, perubahan iklim memicu berbagai macam penyakit yang menyerang kesehatan manusia. Tak jarang akibat penyakit tersebut banyak orang yang harus kehilangan nyawa. Ditambah, jika metabolisme tubuh tidak begitu kuat melawan virus atau penyakit yang masuk ke dalam tubuh.

Berikut penyakit yang bisa timbul akibat perubahan iklim.

1. Demam berdarah

Gelombang panas yang disebabkan perubahan iklim membuat jentik nyamuk mendapatkan suhu hangat, sehingga cocok untuk menetas. Tercatat, demam berdarah di Indonesia per 1 bulan Maret mencapai 16.000 kasus dengan 124 kematian.

Demam berdarah adalah penyakit menular akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Nyamuk tersebut biasanya hidup di genangan air atau tempat yang lembab. Nyamuk Aedes Aegypti membawa virus dengue yang bakal masuk ke dalam tubuh manusia dan menyebabkan masalah kesehatan.

DBD akan menimbulkan gejala demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, lemas, nafsu makan menurun, sakit tenggorokan, hingga berpotensi kematian. Oleh sebab itu, penting untuk menerapkan 3M (Menutup tempat penampungan air, Mendaur ulang barang tidak terpakai, dan Menguras tempat penampungan air)

2. Gangguan Pernapasan

Gangguan pernapasan disebabkan banyaknya polusi yang terhirup ke dalam paru-paru, sehingga membuat kesulitan dan rasa sakit ketika berpanas. Pada awalnya tubuh bereaksi dengan batuk untuk mengeluarkan zat asing yang berada di saluran pernapasan. Hal itu menyebabkan peradangan pada sistem pernapasan.

Kondisi ini semakin buruk bagi penderita asma, di mana bagian dada akan jauh lebih terasa sesak ketika bernapas. Oleh sebab itu, saat perubahan iklim disarankan menggunakan masker untuk mencegah terhirupnya polusi ke dalam saluran pernapasan.

3. Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi pada paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Meningkatnya suhu bumi berpotensi melemahkan sistem imun tubuh sehingga memudahkan virus atau jamur masuk ke dalam tubuh.

Pneumonia menimbulkan cairan atau nanah di dalam paru-paru yang membuat terganggunya sistem pernapasan hingga infeksi serius. Langkah pengobatan pneumonia dilakukan lewat operasi untuk mengangkat cairan tersebut.
Untuk mencegah pneumonia disarankan tidak merokok atau menghindari paparan asap rokok, vaksinasi, dan mencuci tangan secara teratur.

Halaman:
  1. 1
  2. 2
Penulis : Redaksi
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro