Ilutrasi sakit gigi
Health

Penyebab dan Gejala Periodontitis, Penyakit Gigi yang Sering Menyerang Orang Dewasa

Mia Chitra Dinisari
Sabtu, 1 Juni 2024 - 10:48
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -  World Health Assembly (WHA) pada tahun 2021 telah menyetujui resolusi tentang kesehatan mulut yang merekomendasikan peralihan dari pendekatan kuratif tradisional ke pendekatan preventif.

Program ini mencakup promosi kesehatan mulut dalam keluarga, sekolah dan tempat kerja, dan mencakup pelayanan yang tepat waktu, komprehensif dan inklusif dalam sistem layanan kesehatan primer.

Terkait resolusi ini World Health Organization (WHO) menetapkan target pada tahun 2030 minimal 50% anak usia 5 tahun bebas dari karies gigi dan 90% orang dewasa bebas dari kehilangan gigi karena periodontitis.

Periodontitis atau radang jaringan penyangga gigi merupakan salah satu gangguan pada mulut yang ditandai dengan rasa tidak nyaman pada gusi, perdarahan yang terjadi sewaktu menyikat gigi ataupun tidak menyikat gigi, rasa nyeri saat mengunyah, gigi goyang serta napas berbau.

Peradangan dapat muncul karena kurang optimalnya kebersihan area mulut kita, menyebabkan sisa makanan yang tertinggal tumbuh menjadi bakteri.

Saat terjadi periodontitis, bakteri menumpuk sebagai plak pada pangkal gigi, sehingga merusak jaringan di sekitar gigi dan menimbulkan respon peradangan gusi, bertahap menjadi abses (pembengkakak berisi nanah) di gusi dan menyebabkan gigi, serta berisiko menyebabkan kerusakan tulang alveolar gigi yang menahan gigi berada di dalam mulut.

Bakteri yang awalnya hanya mengiritasi bagian gusi di sekitar gigi, lambat laun menyebabkan terbentuknya celah atau kantong pada gusi yang memisahkan antara jaringan gusi dengan gigi sehingga menyebabkan gigi mudah tanggal. Bakteri tersebut akan menginfeksi lebih dalam lagi hingga merusak jaringan dan tulang di dalam gusi.

Jika kondisi ini terjadi dalam jangka panjang, jaringan di sekitar gusi dan gigi akan rusak sehingga menyebabkan gigi tanggal. Pada kasus yang parah, periodontitis dapat menyebabkan kemunculan abses atau kumpulan nanah di gigi.

Dikutip dari laman resmi universitas Airlangga, dalam kebanyakan kasus, periodontitis dimulai dengan plak – biofilm lengket yang terdiri dari bakteri. Jika tidak ditangani, plak akhirnya dapat berkembang menjadi periodontitis.

Plak terbentuk pada gigi ketika pati dan gula dalam makanan berinteraksi dengan bakteri yang biasanya ditemukan di mulut.

Menyikat gigi dua kali sehari dan flossing sekali sehari membantu menghilangkan plak, tetapi plak dapat kembali terbentuk dengan cepat.

Plak bisa mengeras di bawah garis gusi dan menjadi karang gigi (kalkulus) jika tidak dibersihkan sehingga lebih sulit dihilangkan dan dipenuhi bakteri.

Semakin panjang plak dan karang gigi yang tersisa di gigi, semakin banyak kerusakan yang disebabkan. Plak dapat menyebabkan gingivitis, bentuk penyakit periodontal yang paling ringan. Gingivitis adalah iritasi dan peradangan pada bagian gusi di sekitar pangkal gigi (gingiva). Gingivitis dapat disembuhkan dengan perawatan profesional dan perawatan mulut yang baik.

Peradangan gusi yang berlangsung menyebabkan periodontitis, yang akhirnya menyebabkan terbentuknya kantong di antara gusi dan gigi yang terisi oleh plak, karang gigi dan bakteri. Pada akhirnya, kantong-kantong ini menjadi lebih dalam, terisi dengan lebih banyak bakteri.

Jika tidak diobati, infeksi yang dalam ini menyebabkan hilangnya jaringan lunak dan juga tulang, yang pada akhirnya menyebabkan penderita kehilangan satu atau lebih gigi. Selain itu, peradangan kronis yang sedang berlangsung dapat memberatkan sistem kekebalan tubuh penderita.

Gejala Periodontitis

Gejala periodontitis bisa beragam dan tergantung pada perkembangan peradangan yang terjadi gusi dan gigi. Namun, ada beberapa gejala atau keluhan yang umum dialami oleh penderita periodontitis, yaitu:

  • Nyeri saat mengunyah
  • Penumpukan plak dan karang pada gigi
  • Jarak antara satu gigi dan gigi lainnya terasa renggang
  • Gusi menyusut, membuat gigi terlihat lebih panjang
  • Gusi berwarna kemerahan atau keunguan
  • Napas berbau tidak sedap
  • Gusi terasa lunak jika disentuh
  • Gusi bengkak dan mudah berdarah
  • Keluarnya nanah dari batas gigi dan gusi
  • Gigi goyang atau tanggal

Harianus Zebua, Head of Corporate and Marketing Communication OT Group (Formula Oral Care) mengatakan cara mencegah periodontitis adalah menyikat gigi secara rutin, minimal 2 kali sehari, yaitu setiap pagi dan menjelang tidur.

Selain itu, bersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi. Dengan begitu, plak tidak akan terbentuk dan Anda terhindar dari periodontitis.

Selain rajin menyikat gigi, Anda juga disarankan untuk melakukan pemeriksaan gigi secara rutin ke dokter gigi tiap 6 bulan sekali. Namun, jika Anda termasuk kelompok orang yang berisiko terserang periodontitis, seperti merokok atau sedang mengonsumsi obat yang membuat mulut kering, pemeriksaan perlu dilakukan lebih rutin.

Dia mengatakan untuk mengedukasi pentingnya sikat gigi untuk cegah periodontitis, Formula, secara konsiten menggelar edukasi kesehatan gigi dan mulut yang dibarengi dengan pembagian sikat gigi gratis serta pengobatan dan perawatan gigi gratis kepada masyarakat umum.

"Salah satunya kami edukasi warga di Kampung Pemulung Menteng Atas, Jakarta, FORMULA, KitaBisa dan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Moestopo dengan menggelar aksi sosial edukasi kesehatan gigi dan mulut, pengobatan gigi gratis, pembagian sikat gigi gratis dan pembagian sembako kepada ratusan warga," ujarnya.

Dia menambahkan mereka juga aktif mengajak masyarakat mendonasikan sikat gigi baru untuk sesama yang kurang mampu di sejumlah titik seperti sekolah, kantor dan lokasi sejumlah acara terkait bulan Ramadan.

“Kami berharap akan lebih banyak lagi warga kurang mampu yang dapat dilayani terkait kesehatan gigi dan mulut. Warga kurang mampu juga berhak terhadap akses kesehatan gigi dan mulut. Langkah kecil ini semoga dapat menginspirasi pihak lain agar melakukan hal yang sama sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang dapat dijangkau, ” tambah Harianus.

Dia melanjutkan, kesehatan mulut dan gigi yang baik tentunya akan memberi dampak positif bagi kesehatan tubuh secara umum. Generasi penerus bangsa, yang akan mewujudkan Indonesia emas tentunya dengan produktivitas keseharian yang bebas dari gangguan masalah gigi dan mulut. 

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro