Bisnis.com, JAKARTA - Jika Anda mengonsumsi kurma secara konsisten, maka bisa terhindari dari penyakit diabetes hingga anemia pada tubuh.
Dilansir dari healthline.com, pada Rabu (26/2/2025), kurma merupakan buah yang dikenal luas memiliki berbagai manfaat kesehatan. Selain rasanya yang manis dan teksturnya yang kenyal, kurma kaya akan serat, vitamin, serta mineral yang penting bagi tubuh. Orang yang mengonsumsi kurma secara rutin dapat membantu mencegah berbagai penyakit.
Simak 7 penyakit yang dapat dicegah dengan makan kurma:
1. Diabetes
Dilansir dari medicaldaily.com, kurma memiliki rasa manis alami, indeks glikemiknya tergolong rendah sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis.
Kurma juga mengandung serat yang dapat membantu mengontrol kadar gula darah serta meningkatkan sensitivitas insulin.
2. Penyakit Jantung
Kurma kaya akan antioksidan seperti flavonoid dan karotenoid yang dapat membantu melindungi jantung dari kerusakan akibat radikal bebas. Kandungan kalium dalam kurma juga berperan dalam menjaga tekanan darah tetap stabil dan mengurangi risiko penyakit jantung.
3. Hipertensi
Kandungan magnesium dan kalium dalam kurma membantu melebarkan pembuluh darah dan mengurangi tekanan darah tinggi. Dengan mengonsumsi kurma secara rutin, risiko hipertensi dapat dikurangi secara alami.
4. Gangguan Pencernaan
Kurma merupakan sumber serat yang sangat baik, yang dapat membantu melancarkan sistem pencernaan dan mencegah sembelit. Kurma juga mengandung senyawa yang dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di usus.
5. Anemia
Kurma mengandung zat besi yang penting dalam produksi sel darah merah. Mengonsumsi kurma secara rutin dapat membantu mencegah dan mengatasi anemia, terutama bagi mereka yang sering mengalami kelelahan dan lemas akibat kekurangan zat besi.
6. Osteoporosis
Kurma mengandung mineral penting seperti kalsium, fosfor, dan magnesium yang berperan dalam menjaga kepadatan tulang. Dengan rutin mengonsumsi kurma, risiko osteoporosis dan kerapuhan tulang dapat dikurangi.
7. Penyakit Neurodegeneratif
Antioksidan dalam kurma, seperti flavonoid dan polifenol, dapat membantu melindungi sel-sel otak dari kerusakan akibat stres oksidatif. Konsumsi kurma secara teratur diyakini dapat mengurangi risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.
Kurma bukan hanya sekadar buah dengan rasa yang lezat, tetapi juga memiliki berbagai manfaat kesehatan. Dengan mengonsumsinya secara rutin, berbagai penyakit dapat dicegah secara alami. Namun, tetaplah mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar agar manfaatnya bisa dirasakan secara optimal. (Mianda Florentina)