Seseorang yang mengalami penyakit jantung. Penyakit jantung bisa dicegah dengan menjaga pola hidup sehat/ Sahyadri Hospital
Health

Perbedaan Nyeri Dada Karena Serangan Jantung dan Asam Lambung

Mia Chitra Dinisari
Selasa, 25 Maret 2025 - 13:15
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Nyeri dada menjadi salah satu tanda utama dari serangan jantung, sehingga menakutkan banyak orang.

Saat Anda tiba-tiba merasakan ketidaknyamanan di dada, pikiran pertama yang muncul di kepala Anda adalah, "Apakah saya mengalami serangan jantung?"

Dilansir dari timesofindia, banyak orang yang salah mengartikan gejala serangan jantung dengan nyeri lambung, yang menyebabkan kepanikan yang tidak perlu atau penundaan yang berbahaya dalam mendapatkan pertolongan medis.

Jadi, bagaimana membedakan keduanya?

Serangan jantung (secara medis dikenal sebagai infark miokard) terjadi ketika aliran darah ke jantung tersumbat, sehingga otot jantung kekurangan oksigen.

Kerusakan ini menyebabkan gejala yang parah, termasuk jenis nyeri dada yang sangat berbeda.Nyeri serangan jantung biasanya berupa tekanan, tekanan, atau perasaan berat di dada.

Biasanya disamakan dengan sensasi "gajah yang duduk di dada." Rasa tidak nyaman ini cenderung muncul di bagian tengah atau sisi kiri dada dan dapat menyebar ke rahang, lengan (paling sering lengan kiri), leher, bahu, atau punggung.

Rasa tidak nyaman ini berlangsung lebih dari beberapa menit, kadang muncul dan menghilang tetapi tidak pernah benar-benar hilang. Rasa tidak nyaman ini dapat muncul tiba-tiba, biasanya setelah beraktivitas atau bahkan saat tidak bergerak, dan tidak berkurang dengan bersendawa atau mengubah posisi.

Nyeri ini disertai dengan sesak napas, berkeringat, mual, pusing, kelelahan ekstrem, atau perasaan akan datangnya malapetaka yang sering menyertai serangan jantung.

Apa itu nyeri dada akibat gastrik?

Namun, nyeri lambung biasanya disebabkan oleh keasaman, kembung, atau gas yang tertahan di saluran pencernaan. Nyeri lambung cenderung berupa nyeri yang tajam, terbakar, atau menusuk, bukan tekanan atau tekanan.

Nyeri ini mungkin disertai kembung. Nyeri ini cenderung terlokalisasi di perut bagian atas tetapi menjalar ke dada, menyerupai nyeri jantung.

Mengonsumsi makanan pedas atau berlemak, berbaring segera setelah makan, atau mengalami refluks asam dapat menyebabkan nyeri dada akibat gastrik. Nyeri ini biasanya mereda setelah bersendawa, minum air, atau antasida. Nyeri ini tidak nyaman tetapi biasanya tidak mengancam jiwa.

Jika Anda mengalami nyeri dada dan tidak yakin tentang penyebabnya, lebih baik selalu berhati-hati. Segera cari pertolongan medis jika nyerinya parah dan terus-menerus. Nyeri dada menyebar ke area lain seperti rahang, lengan, atau bahu. Anda mengalami sesak napas, keringat dingin, mual, atau pusing.

Rasa sakit tidak membaik dengan bersendawa, minum air, atau mengonsumsi antasida. Jangan mendiagnosis diri sendiri jika mengalami nyeri dada. Keterlambatan mendapatkan perawatan medis dapat mengancam jiwa jika terjadi serangan jantung.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro