AROMATERAPI tak sekedar wewangian

JAKARTA: Aromaterapi ternyata tidak sekedar aroma wangi yang menyenangkan untuk dihirup. Arus utama medis mulai memasukkan aromaterapi sebagai salah satu metode untuk perawatan tradisional.
News Editor | 27 April 2012 03:58 WIB

JAKARTA: Aromaterapi ternyata tidak sekedar aroma wangi yang menyenangkan untuk dihirup. Arus utama medis mulai memasukkan aromaterapi sebagai salah satu metode untuk perawatan tradisional.

 

American Cancer Society dan US Department of Veterans Affairs kian menggembar-gemborkan penggunaan aroma sebagai terapi yang dapat melengkapi perawatan kesehatan tradisional.Ada sedikit bukti yang menunjukkan aromaterapi yang secara langsung dapat menyembuhkan penyakit, tetapi penelitian telah menemukan dapat membantu mengurangi berbagai gejala dan efek samping pada beberapa orang."Banyak penyakit tertentu bisa mendapatkan keuntungan dari campuran aromaterapi dan perawatan," kata Monika Meulman, presiden Federasi Kanada Aromatherapists, kutip HealthDay. "Sebagai contoh, insomnia, mual, sakit kepala dan migrain, dan sakit dan nyeri sering diperbaiki dengan aromaterapi."Aromaterapi menggunakan minyak esensial yang sangat ampuh distilasi dari bagian harum tanaman seperti bunga, akar dan kulit kayu, kata Hal Blatman, direktur medis dari Klinik Nyeri Blatman di Cincinnati dan mantan presiden dari American Holistic Medical Association.Minyak ini baik dioleskan ke tubuh, melalui krim atau mandi perendaman, misalnya, atau dihirup setelah mereka telah menyebar ke udara dalam sebuah ruangan, Meulman menjelaskan.Para peneliti percaya bahwa pemicu minyak bau reseptor di hidung, mendorong transmisi pesan-pesan kimiawi di sepanjang jalur saraf ke sistem limbik otak, Blatman kata. Sistem limbik adalah bagian otak yang terkait erat dengan suasana hati dan emosi."Sangat mudah untuk melihat berbau memiliki efek pada tubuh," kata Blatman. "Bau memiliki pemicu yang mendalam emosional pada manusia." (arh)

Sumber : Aprika R. Hernanda

Tag :
Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top