Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

64 Kelompok Wayang Seluruh Dunia Unjuk Gigi di Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Sebanyak 64 kolompok wayang dari 46 negara siap mengikuti perhelatan Wayang World Puppet Carnival (WWPC) 2013 yang akan diselenggarakan di Lapangan Monas, Museum Nasional dan Teater Usmar Ismail, Jakarta pada 1-8 September 2013.
Miftahul Khoer
Miftahul Khoer - Bisnis.com 31 Agustus 2013  |  00:31 WIB
64 Kelompok Wayang Seluruh Dunia Unjuk Gigi di Indonesia
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sebanyak 64 kolompok wayang dari 46 negara siap mengikuti perhelatan Wayang World Puppet Carnival (WWPC) 2013 yang akan diselenggarakan di Lapangan Monas, Museum Nasional dan Teater Usmar Ismail, Jakarta pada 1-8 September 2013.

Beberapa negara yang menjadi peserta WWPC 2013 itu seperti Indonesia, Australia, Argentina, Brazil, Jepang, Prancis, Jerman dan lainnya. Indonesia sendiri diwakili oleh 5 dalang antara lain Cahyo Kuntadi, Hadi Sutikno, Apep Hudaya, Sigid Ariyanto dan Ki Sihono.

Ekotjipto, Ketua Umum Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) sebagai pihak penyelenggara berharap, diadakannya perhelatan tersebut bisa menjadikan Indonesia sebagai 'rumah' bagi wayang di seluruh dunia.

"Wayang di Indonesia sudah diakui oleh Unesco sebagai pusaka budaya dunia non benda, wajar bila Indonesia harus percaya diri menjadi tuan rumah untuk perhelatan ini," paparnya, pada jumpa pers di Gedung Kemeninfo, Jakarta, belum lama ini.

Menurutnya, perhelatan WWPC 2013 diharapkan bisa menunjukkan eksistensi seniman pewayangan Indonesia di kancah lokal dan internasional. Sebab, warisan budaya yang lahir sejak zaman nenek moyang tersebut harus dilestarikan dan dikembangkan.

Dia meminta kepada pemerintah untuk lebih peduli terhadap kondisi pewayangan saat ini yang perlahan mulai lenyap, salah satunya dengan memfasilitasi pertunjukan bagi para dalang di televisi.

"Adanya WWPC 2013 ini bukan hanya menghabiskan dana atau hura-hura belaka. Tetapi kami berharap bisa menginspirasi para seniman agar terus percaya diri merawat salah satu budaya Indonesia," ujarnya.

Budayawan Mohamad Sobary menjelaskan, dalam dunia pewayangan, terdapat nilai filosofi tentang kehidupan yang patut ditiru orang Indonesia. Tradisi pertunjukan wayang akan sangat baik jika lebih digencarkan pada masa kini.

Menurutnya, di zaman modern saat ini dunia wayang di Indonesia mesti diperbarui baik dari segi pertunjukan maupun tema. Inovasi tersebut akan sangat bermanfaat bagi penikmat wayang untuk generasi mendatang.

"Sudah saatnya pemerintah membuka mata dan mengembalikan lagi tradisi pertunjukan wayang. Ini penting, karena jika wayang punah, identitas kita musnah," ujarnya.

Dalang Sujiwo Tejo menambahkan dirinya mendukung WWPC 2013 tersebut dengan catatan output dari perhelatan tersebut jelas dan terarah. Dia menilai kondisi pewayangan di Indonesia sedang terpuruk disebabkan oleh mindernya pelaku pewayangan itu sendiri.

“Saya kira ada kesalahan dalam dunia pewayangan kita, ke depannya, saya harap setelah WWPC 2013 ini usai, tolong buat sebuah paradigma baru bahwa jangan pernah menyayangkan jika wayang ditinggalkan orang, tetapi katakanlah bahwa akan sangat menyayangkan jika orang meninggalkan wayang,” ujarnya.

Perhelatan yang pertama kali digelar tersebut rencananya akan dibuka oleh Gubernur DKI Joko Widodo pada 1 September 2013 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Wakil Presiden Boediono di Istana Wapres pada 2 September 2013.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wayang sujiwo tejo wayang world puppet carnival (wwpc) 2013 wwpc 2013
Editor : Sepudin Zuhri
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top