Salah satu karya kreatif ditampilkan dalam Biennale Desain & Kriya Indonesia 2013 yang dibuka Kamis, (19/12/2013) di Galeri Nasional Indonesia./Bisnis-Rahmayulis Saleh
Show

Menikmati Karya Seni Unik di Biennale Desain dan Kriya Indonesia

Rahmayulis Saleh
Rabu, 18 Desember 2013 - 17:14
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk pertama kalinya mengadakan Biennale Desain dan Kriya Indonesia 2013, ajang seni yang mengolaborasikan beragam desainer dari disilpin berbeda, untuk membuat sebuah karya seni yang baru dan unik.

Kegiatan Biennale yang diselenggarakan selama sebulan penuh mulai 19 Desember 2013 hingga 19 Januari 2014 di Galeri Nasional Indonesia, Jl. Medan Merdeka Timur Jakartan itu akan menampilkan sejumlah karya kreatif anak bangsa.

"Ajang Biennale ini diharapkan bisa menjadi tolak ukur bagi produk kreatif dalam negeri. Juga bisa memunculkan dan merangsang kreativitas pelaku seni dan dari seluruh masyarakat Indonesia," kata Wakil Menteri   Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar, di Jakarta, Rabu (18/12/2013).

Kegiatan yang digagas oleh Direktorat Pengembangan Seni Rupa, Ditjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya, Kemenparekraf itu, melibatkan sebanyak 93 peserta dari delapan sektor ekonomi kreatif.

Kedelapan sektor itu adalah bidang arsitektur, produk, mebel, kriya, tekstil, fashion (mode), grafik, dan interior. Semua terbagi dalam 13 karya kolaborasi, dan 53 karya perseorangan.

"Tema yang diusung dalam ajang ini adalah GeoEtnik. Jadi, setiap peserta wajib menampilkan karya bernuansa GeoEtnik," ujar Irvan A. Noe'man, Ketua Kurator Biennale.

Menurut Irvan, ajang ini merupakan momentum yang bagus bagi Indonesia. "Kalau benar-benar dimanfaatkan, bisa jadi suatu keunggulan dalam berkarya. Banyak inspirasi yang bisa digali dari Biennale ini," ungkapnya.

Dia menambahkan Bienalle menjadi penting karena dalam ajang seperti inilah, dapat diukur trend forecasting dan trend decoding yang terjadi dalam dunia desain saat ini dan tahun-tahun mendatang.

"Ajang seperti ini juga akan menunjukkan sejauh mana segala sesuatu yang kita pakai sehari-hari, selalu terkandung di dalamnya imperative aesthetic dan imperative creative," ujar Irvan.

Penulis : Rahmayulis Saleh
Editor :
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro