Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BBTF Genjot Industri Pariwisata Gaet Turis Luar Bali

Bali and Beyond Travel Fair 2014 sebetulnya bisa menjadi cara paling efektif bagi daerah di luar Bali untuk menawarkan destinasi wisata mereka dengan menjadikan Bali sebagai pintu masuknya
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 18 April 2014  |  23:12 WIB
 Pantai Kuta - Bisnis
Pantai Kuta - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA– Bali and Beyond Travel Fair 2014 sebetulnya bisa menjadi cara paling efektif  bagi daerah di luar Bali untuk menawarkan destinasi wisata mereka dengan menjadikan Bali sebagai pintu masuknya.

Sayangnya, dari sekitar 450 sellers lokal yang mengikuti pertemuan bisnis dengan lebih dari 360 buyers dari berbagai negara, sebagian besar masih berasal dari Bali, dan hanya 10% yang merupakan Beyond Bali. Beberapa daerah yang agresif antara lain dari NTB, NTT,  Sumatera Barat, dan Yogjakarta.

Ketua Penyelenggara BBTF 2014 I Ketut Ardana mengatakan keraguan tersebut kemungkinan karena acara ini merupakan perhelatan perdana sehingga para pelaku industri pariwisata belum memiliki perbandingan untuk melihat efektifitas event tersebut.

Namun, meski event pertama, pihaknya optimistis BBTF ini dapat membukukan transaksi bisnis Rp5 triliun dan meningkatkan kunjungan wisman ke berbagai daerah di Indonesia, tidak hanya Bali.

 “Kami sebetulnya berharap tahun pertama ini industri wisata Beyond Bali yang ikut bisa mencapai 20%, karena ini kesempatan yang baik dengan menjadikan Bali sebagai trigger,” tuturnya.

Bila dilihat dari sisi biaya, sebetulnya event ini terbilang lebih murah dibandingkan dengan mengikuti ITB Asia. Ardana mencontohkan, untuk menyewa 1 booth di ITB Asia, pihak industri harus merogoh kocek Rp30 juta, sedangkan dalam acara ini hanya Rp17,5 juta.

“Biaya ini akan lebih murah dari pada promosi satu-satu. Apalagi, buyers yang kami undang dalam acara ini benar-benar yang memiliki track record bagus, dan mereka memang sedang mencari destinasi baru selain Bali,” ujarnya.

Wakil Ketua BBTF Tanto Ruwiyadi menambahkan untuk menggaet para sellers dari daerah lainnya, panitia telah menyiapkan opsi yang lebih mudah dan murah. Misalnya, menawarkan Asita dan badan promosi dari suatu daerah membuat cluster daerah berupa Pavilliun dengan ukuran 10 booth.

Namun, di dalamnya, seller yang berpatisipasi bisa lebih banyak sekitar 15 peserta yang terdiri dari hotel, travel agent, atau industri pariwisata lainnya yang akan menawarkan paket-paket wisata kepada para buyers. Dengan cara demikian, dia berharap sekitar 20% seller yang ikut berasal dari luar Bali.

“Membuat pavilion jelas akan lebih efektif untuk menawarkan destinasi wisata di daerahnya masing-masing, karena tidak gampang mendatangkan buyers top dari negara-negara potensial. Apalagi, banyak buyers dari Jepang dan Eropa yang berniat menawarkan destinasi di luar Bali,” ujarnya.

Bali and Beyond Travel Fair 2014 yang akan diselenggarakan di Bali pada 10 Juni hingga 14 Juni mendatang akan menjadi ajang pertemuan bisnis antara pelaku industri pariwisata Indonesia (sellers) dengan para buyers dari seluruh dunia.

Berdasarkan catatan panitia, saat ini sudah ada sekitar 360 buyers yang akan mengikuti pameran tersebut dari berbagai negara seperti Asean, China, Eropa, Timur Tengah, Jepang, India, Australia, dan lainnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali turis
Editor : Linda Teti Silitonga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top