Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PMI SURAKARTA: 150.000 Penderita Gagal Ginjal Butuh Cuci Darah

Jumlah penderita gagal ginjal di Indonesia yang membutuhkan cuci darah (dialysis) mencapai 150.000 orang. Namun pasien yang sudah mendapatkan terapi dialisis baru sekitar 100.000 orang.
Rahmayulis Saleh
Rahmayulis Saleh - Bisnis.com 23 April 2014  |  08:37 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah penderita gagal ginjal di Indonesia yang membutuhkan cuci darah (dialysis) mencapai 150.000 orang. Namun pasien yang sudah mendapatkan terapi dialisis baru sekitar 100.000 orang.

Perhimpunan Nefrolog (ahli ginjal dan hipertensi) Indonesia/Pernefri melaporkan bahwa setiap tahunnya terdapat 200.000 kasus baru gagal ginjal stadium akhir. Tapi, tidak semua pasien terlayani kebutuhan cuci darahnya karena keterbatasan unit mesin dialisis.

Menyikapi hal tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta ikut terpanggil dengan mendirikan Klinik Hemodialisis yang diresmikan Selasa (22/4/2014). Klinik tersebut bertempat di markas PMI Solo, Jl. Kol. Sutarto No. 58 Jebres, Surakarta.

“Klinik ini memiliki kapasitas 10 mesin dan dapat melayani 20 orang pasien per hari. Dilengkapi dengan fasilitas TV individu di setiap tempat tidur. Selain itu ruangan dilengkapi dengan AC dan free wifi, tenaga perawat yang profesional dan ramah. Kami siap memberikan pelayanan terbaik bagi para pasien cuci darah,” kata Ketua PMI Solo, Susanto Tjokrosukarno, Rabu (23/4/14).

Susanto menuturkan Klinik Hemodialisis ini berdiri atas kerja sama PMI Kota Surakarta dengan Lions Club Solo Bengawan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cuci darah
Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top