HARRY POTTER: Ternyata JK Rowling Gunakan Sosok Guru yang Dibencinya Pada Karakter Ini

JK Rowling, pengarang novel Harry Potter, buka-bukaan soal karakter dalam karyanya dan dari mana "ruh" mereka berasal.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 01 November 2014  |  14:09 WIB
HARRY POTTER: Ternyata JK Rowling Gunakan Sosok Guru yang Dibencinya Pada Karakter Ini
Ilustrasi: Salah satu adegan dalam film Harry Potter - harrypotter.wikia.com

Bisnis.com, LONDON -- JK Rowling, pengarang novel Harry Potter, buka-bukaan soal karakter dalam karyanya dan dari mana "ruh" mereka berasal.

Sebagai kado khusus perayaan Halloween untuk para fans-nya, penulis novel remaja JK Rowling mengungkapkan bahwa tokoh Dolores Umbridge yang sangat dibenci dalam buku cerita karangannya "Harry Potter" terinspirasi dari seorang guru yang tidak ia sukai.

Namun, Rowling tidak menyebutkan nama guru itu.

Tokoh Umbridge, yang diperankan aktris Imelda Staunton dalam film adaptasi buku seri fantasi "Harry Potter" yang sangat populer, merupakan seorang guru di Hogwarts yang tampak manis di luar tetapi berhati jahat.

Umbridge melarang Harry untuk bermain Quidditch dan memaksa untuk menulis kata-kata "Saya tidak boleh berbohong" pada punggung tangan Harry hingga terluka.

Dalam sebuah esai yang diposting pada Jumat (31/10) di website Pottermore.com-nya, Rowling mengatakan bahwa karakter Umbridge didasarkan pada seorang guru "yang secara intens ia tidak suka melihatnya".

"Guru perempuan itu berbalik menaruh antipati terhadap saya. Mengapa kami langsung benar-benar tidak suka terhadap satu sama lain, dan (setidaknya menurut saya) tidak rasional, saya juga tidak bisa menjelaskan," tulis Rowling di website tersebut.

Seperti tokoh Umbridge, guru yang tidak disukai Rowling itu memiliki selera atau suka memakai aksesoris aneh yang berlebihan, termasuk aksesoris berbentuk busur plastik kecil dengan warna lemon pucat.

Pada kesempatan lain, tanpa mengungkapkan nama orang itu, Rowling menggambarkan orang yang menjadi inspirasi tokoh Umbridge itu sebagai seseorang yang dulu pernah menjadi gurunya untuk keahlian atau subjek tertentu.

"Dolores ... adalah salah satu karakter yang padanya saya merasakan ketidaksukaan paling murni," tulis Rowling dalam kesimpulan esainya.

"Keinginan Dolores untuk mengontrol, menghukum, dan menimbulkan rasa sakit, semua dilakukan atas nama hukum dan ketertiban, yang saya pikir, setiap tindakan itu sama tercelanya seperti tindakan Lord Voldemort yang mendukung kejahatan," tambahnya, mengacu pada musuh bebuyutan Harry Potter.

Rowling mengunggah esai dan tulisan baru lainnya di situs Pottermore pada saat Halloween bersamaan dengan peluncuran novel seri kelimanya "Harry Potter and the Order of the Phoenix" untuk situs web.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harry potter, JK Rowling

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Saeno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top