Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mitos Nasi Kemarin Lebih Baik Untuk Diabetesi

Hangat dalam perbincangan para penderita diabetes akan mengonsumsi nasi yang sudah lebih satu hari lebih baik untuk diabetes karena glukosanya menurun.
Atiqa Hanum
Atiqa Hanum - Bisnis.com 29 November 2014  |  15:50 WIB
Mitos Nasi Kemarin Lebih Baik Untuk Diabetesi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Hangat dalam perbincangan para penderita diabetes akan mengonsumsi nasi yang sudah lebih satu hari lebih baik untuk diabetes karena glukosanya menurun. Dokter Spesialis Gizi Klinis Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Nurul Ratna yang menjadi pembicara di acara Diabetes  Family Gathering ke-4 di Klinik Pratama, Klinik Dokter Keluarga (KDK) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Kayu Putih, Sabtu (29/11) di Jakarta turut menyetujui hal tersebut.

Menyetujui disini adalah Nurul mengiyakan bahwa kandungan glukosa dalam nasi yang sudah lebih dari 24 jam akan berkurang apalagi yang menggunakan magic jar alias nasi terus menerus dalam keadaan panas.

“Saya juga tidak menyarankan penderita diabetes mengonsumsi nasi kemarin alias sudah lebih 24 jam. Tetap lebih baik nasi baru masak yang dimakan,” jelasnya.

Dalam beras yang baru matang menjadi nasi kaya akan vitamin D. Hal inilah yang diperlukan bagi tubuh seseorang yang mengonsumsi nasi. Apabila nasi tersebut sudah lebih dari 24 jam tentu vitamin D sudah tidak banyak alias menguap karena didalam pemanas berjam-jam. Oleh karena itu, lebih baik makan nasi yang baru tapi secukupnya.

Jumlah nasi yang baik dikonsumsi untuk diabetes kurang lebih sekitar 100-150 gram. Namun, tidak semua orang bisa menakar karena masak nasi biasanya langsung banyak untuk satu rumah. Oleh karena itu, tambah Nurul, kita bisa menakarnya dengan delapan sendok makan nasi sudah cukup.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hidup sehat Penyakit Diabetes
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top