Ribuan Batu Akik Dibagikan Gratis 17 Juli 2015

Komunitas pencinta batu akik Palembang Sriwijaya Gems Community akan memecahan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) pada 17 Juli 2015 di pelataran Benteng Kuto Besak dengan membagikan secara gratis sebanyak 1.332 batu ke masyarakat.
Newswire | 02 Maret 2015 07:25 WIB
Hope - wikipedia.org

Bisnis.com, PALEMBANG— Komunitas pencinta batu akik Palembang Sriwijaya Gems Community akan memecahan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) pada 17 Juli 2015 di pelataran Benteng Kuto Besak dengan membagikan secara gratis sebanyak 1.332 batu ke masyarakat.

Ketua Sriwijaya Gems Community Keysar Saropi di Palembang, Minggu (1/3/3015), mengatakan acara pemecahan rekor ini untuk memperingati hari jadi Kota Palembang yang ke-1.323 tahun dengan diikuti sekitar 500 orang anggota.

"Dukungan penuh didapatkan dari pemerintah kota, lantaran ini membuat kami percaya diri untuk menggelar pemecahan rekor Muri yang belum ada di Indonesia," kata Keysar.

Dikatakan, berbagai jenis batu akik dari Baturaja, Lahat, dan Musi Rawas Utara akan dibagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat untuk semakin mengenalkan produk khas Sumsel ke pasar batu akik dalam negeri.

"Batu akik asal Sumsel tidak kalah kualitasnya dengan batu akik dari daerah lain, beberapa jenis seperti bacan, biru langit, lavender, sunkis, dan sebagainya saat ini menjadi buruan di Tanah Air. Namun, promosi harus dilakukan karena sengitnya persaingan dalam negeri karena saat ini sedang booming," katanya.

Kegiatan ini mendapatkan dukungan dari pemerintah karena akan menimbulkan dampak positif pada perekonomian masyarakat karena meraup ribuan tenaga kerja hingga perputaran uang mencapai miliaran rupiah.

Pemerintah Kota Palembang menjanjikan berdirinya pasar batu akik di Jakabaring yang menjadi bagian dari proyek "pasar hobi" untuk merespon tingginya minat masyarakat pada bisnis itu.

Bisnis batu akik demikian menggeliat di Palembang dalam beberapa bulan terakhir. Puluhan pedagang dan ratusan pembeli memadati kawasan Cinde setiap hari untuk bertransaksi jual beli.

Saat ini para pedagang itu sudah direlokasi di sebuah lapangan di bekas Bioskop Cineplex Cinde sembari menunggu berdirinya pasar batu akik di Jakabaring.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batu akik

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top