Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IBU KERJA: Usaha Jasa Daycare Marak

Perubahan dan tuntutan zaman membuat pola pengasuhan anak pun menjadi berubah. Karena alasan repot dengan tuntutan kerja di luar rumah, orang tua kini tidak lagi dibuat repot. Mereka memilih menitipkan anak ke jasa daycare
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 Februari 2016  |  05:31 WIB
Ilustrasi - boldsky.com
Ilustrasi - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA- Perubahan dan tuntutan zaman membuat pola pengasuhan anak pun menjadi berubah. Karena alasan repot dengan tuntutan kerja di luar rumah, orang tua kini tidak lagi dibuat repot. Mereka memilih menitipkan anak ke jasa daycare.

Sebaliknya, di balik ‘ketidakmampuan’ orang tua menjaga anak, terutama pada saat jam kerja justru menciptakan peluang usaha jasa daycare.

Kini, penyedia jasa daycare di kota besar, seperti Jakarta menawarkan jasa daycare plus ataupun daycare premium dengan tambahan layanan lain.

Daycare tidak lagi sekadar berfungsi sebagai penjaga atau perawat anak selama ditinggal kerja oleh ayah dan ibunya.

Namun, daycare premium juga menawarkan berbagai kegiatan edukatif layaknya kurikulum sekolah.

Tidak hanya itu, daycare premium dilengkapi dengan pengampu yang tidak hanya berfungsi sebagai pengasuh, tetapi juga sebagai pendidik profesional.

Bagi pasangan yang dua-duanya bekerja menitipkan anak di daycare menjadi solusi dalam menjaga si buah hati.

PT Pertamina adalah salah satu BUMN yang menyediakan jasa daycare premium, khusus bagi pegawainya yang memiliki anak ataupun bayi. Keberadaan daycare plus di lingkungan Pertamina tersebut membantu para ibu, khususnya yang masih dalam proses menyusui.

Febriana, salah satu pengguna daycare plus di lingkungan perusahaan pelat merah itu. Perempuan yang tinggal di Jakarta tersebut mengaku telah menitipkan anaknya sejak usia enam bulan. Dia juga merasa sangat terbantu dalam memantau tumbuh kembang buah hatinya pada jam kerja.

Banyak anak usia bawah lima tahun (balita) kini tinggal sementara di daycare sekitar 12 jam, dari pagi hari hingga petang.

“Kalau saya sih karena daycare-nya berada di lingkungan kantor dan saya masih dalam proses menyusui. Jadi, karena lingkungannya masih di areal kantor, saya bisa sewaktu-waktu menyusui anak saya.

Tinggal izin sebentar, tidak perlu repot pumping (memompa ASI).” Febriana mengungkapkan lebih memilih menitipkan anak di daycare dibandingkan menitipkan di rumah orang tua atau keluarga, karena bisa melihat langsung anak saya ketika sedang bekerja.

Florinda Nur Samantha, salah satu wali kelas di Noori Daycare Depok, menjelaskan pangsa pasar daycare plus biasanya orang tua yang sibuk bekerja. Para orang tua menitipkan anak-anaknya karena tuntutan dan kebutuhan mereka.

“Satu lagi, mereka mencari tempat penitipan yang juga berperan sebagai pendidik. Ada banyak yang sebenarnya sudah punya pembantu di rumah, tapi tetap menitipkan anaknya di daycare karena mereka ingin anaknya sekaligus belajar,” ungkapnya.

Dia menambahkan tren permintaan pengguna jasa daycare plus semakin meningkat, bahkan masih banyak yang masuk waiting list.

Anak-anak yang biasanya bisa dititipkan di daycare mulai dari infant atau anak usia 8 bulan—12 bulan, sampai anak usia primary school.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tempat penitipan anak

Sumber : Bisnis Indonesia Weekend (21/2/2016)

Editor : Linda Teti Silitonga
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top