Mencegah Cedera Ketika Berolahraga

Untuk mencegah terjadinya cedera ketika berolahraga, seseorang sebaiknya mengetahui terlebih dulu kondisi tubuhnya, terutama bagi mereka yang tidak terbiasa berolahraga.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 27 Maret 2016  |  00:20 WIB
Mencegah Cedera Ketika Berolahraga
Cedera sering terjadi diakibatkan oleh kurangnya pemanasan. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Untuk mencegah terjadinya cedera ketika berolahraga, seseorang sebaiknya mengetahui terlebih dulu kondisi tubuhnya, terutama bagi mereka yang tidak terbiasa berolahraga.

Menurut Dokter Spesialis Olahraga Andi Kurniawan, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan agar tidak terjadi cedera ketika berolahraga. “Seseorang perlu mengetahui terlebih dulu kondisi tubuhnya sebelum memulai olahraga. Jangan melakukan olahraga hanya berdasarkan tren dan meniru orang lain,” ujar alumnus Ilmu Kedokteran Olahraga Universitas Indonesia ini.

Selanjutnya, jangan melakukan olahraga dengan durasi yang panjang. Hal ini penting untuk meminimalkan risiko cedera yang mungkin timbul. Cedera dapat terjadi karena otot tidak terkondisikan untuk melakukan olahraga, tetapi kemudian dituntut untuk bekerja lebih keras, dan akhirnya terjadi cedera.

Bagi Anda yang menyenangi olahraga lari, mulailah berolahraga dengan jarak pendek. Selanjutnya, dapat dilakukan secara berulang dengan menambah jarak tempuh. Jika sudah beradaptasi dengan aktivitas tersebut, barulah Anda bisa menambahkan durasinya.

Andi mencontohkan olahraga lari dapat dimulai dengan berjalan kaki terlebih dulu. Hari pertama bisa dengan mengelilingi kompleks perumahan sebanyak satu kali, dan durasi pada hari berikutnya bisa ditambah menjadi dua kali.

Setelah durasi terpenuhi, Anda dapat menambah kecepatan berlari. Misalnya, jika sekali mengelilingi kompleks rumah membutuhkan waktu 10 menit, maka Anda dapat menambah kecepatan berlari agar cukup 8 menit. Hari berikutnya, cobalah mengelilingi dua kali dengan waktu 16 menit. “Tahapan itu yang perlu dilakukan. Naikkan durasi, baru intensitas,” katanya.

Dokter yang ikut menangani tim basket Satria Muda dan Indonesia Warriors ini menjelaskan cedera akibat berolahraga menjadi kasus yang paling sering ditangani di klinik olahraga tempatnya bekerja.

Menurut dia, cedera yang sering terjadi diakibatkan oleh kurangnya pemanasan sebelum berolahraga dan terlalu berlebihan ketika melakukan olahraga tertentu. “Karena sibuk, mumpung ada waktu langsung olahraga tanpa pemanasan. Akibatnya cedera. Biasanya juga karena ikut komunitas, langsung dengan intensitas tinggi dan durasi lama,” katanya. ()

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
olahraga, Cedera Lutut

Sumber : Bisnis Indonesia, Minggu (27/3/2016)

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top