Peduli dengan tekanan darah untuk cegah hipertensi

Sebagian besar masyarakat Indonesia belum sadar menderita hipertensi, karena kurang peduli dan tidak pernah mengontrol tekanan darah, sementara hipertensi dapat dicegah.
Reni Efita
Reni Efita - Bisnis.com 18 Mei 2016  |  20:18 WIB
Peduli dengan tekanan darah untuk cegah hipertensi
Ilustrasi - Wowamazing

Bisnis.com, JAKARTA – Sebagian besar masyarakat Indonesia belum sadar menderita hipertensi, karena kurang peduli dan tidak pernah mengontrol tekanan darah, sementara hipertensi dapat dicegah.

Hipertensi (tekananan darah tinggi) merupakan gangguan pada sistem peredaran darah yang dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah di atas nilai normal, yaitu melebihi 140 / 90 mmHg.

Penyakit hipertensi  yang tidak terkontrol dapat berakibat fatal dan bisa pula meningkatkan risiko terjadinya stroke, demensia, gagal ginjal dan jantung.

Dalam rangka peringatan World Hypertension Day 2016,  Indonesian Sociaty of Hypertension (Ina SH) mengadakan temu media dengan mengangkat tema ‘know your blood pressure’.

“Ina SH mencoba mengingatkan kita kembali untuk mendeteksi dini hipertensi sebelum komplikasinya datang,” kata Dr. dr. Yuda Turana, SpS, Ketua InaSH, Rabu (18/5/2016).

Berdasarkan data Riskerdas 2013 di tingkat nasional, dari keseluruhan jumlah pasien hipertensi (25,8 %), lebih dari 60% pasien tidak sadar mereka menderita hipertensi dan lebih dari 80% di antaranya tidak melakukan kontrol terhadap tekanan darah mereka.

Penyakit hipertensi, katanya,  jarang sekali merupakan penyakit tunggal, lebih dari 80 % penyakit tersebut berhubungan dengan penyakit lain, seperti hiperlipidemia, diabetes. Sebagian besar penderita hipertensi datang ke fasilitas kesehatan sudah dengan komplikasinya sehingga menyebabkan beban ekonomi bagi masyarakat dan pemerintah.

Hipertensi merupakan penyakit yang dapat dicegah oleh karena itu dibutuhkan kepedulian dan dukungan masyarakat terhadap penyakit ini.

Hipertensi disebabkan oleh banyak faktor seperti faktor genetika dan faktor lingkungan. Faktor lingkungan yaitu makanan dengan kadar garam tinggi dapat meningkatkan tekanan darah seiring dengan bertambahnya usia.

Obesitas yang dapat menyebabkan tekanan darah meningkat seiring dengan peningkatan berat badan. Lalu merokok, dapat meningkatkan tekanan darah dan cenderung terkena penyakit jantung koroner.  Kondisi penyakit lain seperti diabetes mellitus tipe 2 cenderung meningkatkan risiko peningkatan tekanan darah 2 kali lipat.

Penderita hipertensi tidak hanya dialami oleh orang tua saja, tapi juga usia produktif dan anak-anak. Untuk perlu mengetahui tekanan darah masing-masing, apakah masih termasuk optimal bila tekanan sistolik dibawah 120 mmHg/ diastolik  dibawah 80 mmHg,  normal (120-129/80-84), normal tinggi (130-139/85-89), hipertensi grade 1 (140-159/99-99), hipertensi grade 2 (160-179/100-109), hipertensi grade 3 (sistolik lebih 180/ diastolik lebih 110). 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hipertensi, tekanan darah

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top