Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rihanna Larang Penggemarnya Main Pokemon Go Saat Nonton Konser

Penyanyi Rihanna melarang penggemar main Pokemon Go saat nonton konsernya yang digelar di Grand Stade in Lille, Prancis pada Sabtu malam, (23/07).
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 27 Juli 2016  |  14:28 WIB
Rihanna - Reuters
Rihanna - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA- Penyanyi Rihanna melarang penggemar main Pokemon Go saat nonton konsernya yang digelar di Grand Stade in Lille, Prancis pada Sabtu malam, (23/07). Bahkan, dia juga melarang penonton menggunakan ponsel hanya untuk sekadar mengirim pesam atau bermain games nintendo di smartphone nya.

"Saya tidak ingin melihat kalian mengirim pesan pada kekasih. Aku tidak ingin melihat satu orangpun berusaha menangkap Pokemon di area ini," ujarnya seperti dilansir Hollywood Reporter.

Rihanna bukan satu-satunya selebriti yang tidak menyukai fenomena permainan Pokemon yang kini sedang digandrungi itu.

Sutradara Oliver Stone mengatakan permainan itu sama sekali tidak lucu, tidak menarik, dan menilai permainan itu seperti upaya pengendalian perusahaan besar untuk mengetahui data publik.

"Mereka mengambil keuntungan besar, dengan cara mengumpulkan data penggunanya. Mereka akan tahu apa yang Anda beli, apa yang orang suka, bahkan kebiasaan Anda. Ini adalah perilaku kapitalis," ujar Stone dalam sebuah wawancara.

Meski demikian, banyak bintang dunia yang kegandrungan permainan tesebut, seperti Justin Bieber, Chrissy Teigen dan Lily Allen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rihanna

Sumber : femalefirst

Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top