LPT-Kupang Tawarkan Metode Alternatif Sembuhkan Kusta di NTT

Lembaga Jasa Psikologi Terapan Kupang (LPT-K) mengembangkan metode alternatif untuk menangani penderita kusta di Nusa Tenggara Timur terutama Kabupaten Lembata.
Rezza Aji Pratama
Rezza Aji Pratama - Bisnis.com 27 April 2017  |  17:39 WIB
LPT-Kupang Tawarkan Metode Alternatif Sembuhkan Kusta di NTT
Mycobacterium leprae, bakteri penyebab kusta - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga Jasa Psikologi Terapan Kupang (LPT-K) mengembangkan metode alternatif untuk menangani penderita kusta di Nusa Tenggara Timur (NTT) terutama Kabupaten Lembata.

Peneliti Ahli LPT Kupang Porat Antonius mengatakan Indonesia menjadi negara dengan penderita kusta terbanyak ketiga di dunia setelah India dan Brasil pada 2013. Sebanyak 12 provinsi yang tercatat memiliki masalah dengan penyakit ini antara lain DKI Jakarta, Aceh, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

Meskii tidak termasuk provinsi denga prevalensi penderita kusta yang tinggi, NTT rupanya juga mengalami masalah serius dengan penyakit ini. “Kusta ini terjadi di hampir semua kabupaten di NTT,” ujarnya pada Kamis (27/4/2017).

Porat mengatakan data pada 2013 menunjukkan jumlah penderita kusta d NTT mencapai 479 orang. Namun, kemungkinan besar jumlah ini lebih banyak lagi karena penderita kusta sering kali enggan memeriksakan diri akibat stigma negatif yang masih beredar di masyarakat.

Di Rumah Sakit Damian, Lembata, terdapat 76 orang penderita kusta yang menjalani rawat inap. Di rumah sakit yang dikenal sebagai rumah sakit kusta inilah tim LPT-K memulai upayanya menyembuhkan penderita kusta sejak Mei 2016.

Porat menuturkan metode yang digunakannya berbeda dengan metode medis biasa. Ia menyebutnya dengan metode ‘A New Holistic Intervention’ yang menggabungkan antara aspek penyembuhan fisik, aspek psikologis, pelayanan sosial serta aspek spiritual. Setelah beberapa bulan berjalan, pihak LPT-K mengklaim telah berhasil menyembuhkan 14 orang penderita kusta di Lembata.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ntt, kusta

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top