Foto Basoeki Abdullah Dikira Antonio Blanco

Galeri Nasional Indonesia menggelar program bimbingan dan edukasi 2017 berjudul Menjadi Apresiator Seni yang Terhebat. Melibatkan ratusan siswa-siswi pelajar SMP/MTs, SMA/SMK/MA, dan guru seni budaya dari beberapa sekolah di wilayah Jakarta, kegiatan tersebut mengajak para peserta untuk memahami apresiasi seni.
Dika Irawan | 30 Agustus 2017 17:46 WIB
Ilustrasi Poster Pameran 100 Tahun Basoeki Abdullah - museumbasoekiabdullah.or.id

Bisnis.com, JAKARTA – Galeri Nasional Indonesia menggelar program bimbingan dan edukasi 2017 berjudul Menjadi Apresiator Seni yang Terhebat. Melibatkan ratusan siswa-siswi pelajar SMP/MTs, SMA/SMK/MA, dan guru seni budaya dari beberapa sekolah di wilayah Jakarta, kegiatan tersebut mengajak para peserta untuk memahami apresiasi seni.

Ada kejadian menarik pada acara yang digelar Selasa (29/8/2017) itu ketika para peserta diminta mengenali wajah para seniman Indonesia. Dalam satu sesi, Zamrud Setia Negara, Ketua Pameran dan Kemitraan Galeri Nasional Indonesia, salah satu pengisi kegiatan menyuguhkan foto-foto para pelawak terlebih dahulu seperti Tukul Arwana, Sule hingga Azis Gagap. Para peserta pun dengan lancar menebak wajah-wajah komedian tersebut.

Di slide berikutnya, Zamrud menyodorkan foto seniman Affandi. Hanya sebagian para peserta yang dapat menebaknya. Selanjutnya peserta disuguhkan foto maestro seni lukis lainnya yakni Basoeki Abdullah. Para peserta kebanyakan terdiam, mereka tampak ragu menjawab. Hingga akhirnya satu orang siswa memberanikan diri menujuk tangan untuk menjawabnya.

Dengan lantang, siswa tersebut menjawab foto itu adalah sosok Antonio Blanco. Zamrud meyakinkan kembali ke siswa itu apakah jawaban tersebut betul. Si siswa tak dapat menjelaskan apa-apa karena mengaku disuruh temannya menjawab dengan nama tersebut. Begitu pula, saat ditanya mengenai siapa sosok Antonio Blanco, siswa tersebut tak dapat menjelaskannya.

“Jawabannya tidak tepat. Antoni Blanco betul pelukis tetapi foto tersebut adalah Basoeki Abdullah. Kedua-keduanya memang memiliki gaya yang sama,” tuturnya.

Kemudian, peserta kembali disuguhkan wajah seniman Indonesia S. Soedjojono. Semua peserta terdiam. Tetapi ada satu siswa yang menjawabnya dengan tepat. Namun, siswa tersebut tak dapat menjelaskan siapa tokoh yang disebutkannya tersebut.

“Saya dikasih tau jawabannya dari guru,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, para siswa juga diajak mengunjungi ruang pameran tetap Galeri Nasional Indonesia. Selain itu, mereka berkesempatan melihat pameran koleksi seni rupa Istana Kepresidenan yang sedang berlangsung. Pada kegiatan ini mereka diberi pemahaman mengenai etika berkunjung ke pameran seni seperti tak boleh menyentuh benda seni hingga tak boleh melakukan aktivitas berlebihan di ruang pameran.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
galeri nasional

Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top