Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Arus Balik Cakrawala 2017, Yos Suprapto Gelar Pameran Tunggal di Galeri Nasional

Yos Suprapto merupakan pelukis Indonesia yang akrab dengan karya yang bertautan dengan masalah sosial, lingkungan dan perkembangan baru situasi politik nasional.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 13 September 2017  |  16:38 WIB
Galeri Nasional - galeri_nasional.or.id
Galeri Nasional - galeri_nasional.or.id

Bisnis.com, JAKARTA - Yos Suprapto merupakan pelukis Indonesia yang akrab dengan karya yang bertautan dengan masalah sosial, lingkungan, dan perkembangan baru situasi politik nasional.

Kali ini, melalui 33 karya lukisan, Yos mengangkat evaluasi mendalam perjalanan budaya bangsa terutama budaya maritim lewat pameran tunggalnya yang bertajuk Arus Balik Cakrawala 2017 di Galeri Nasional pada 15 Oktober hingga 3 Oktober.

Meski masalah sosial yang diangkat, Yos tetap mempertahankan estetika berupa garis, warna dan gaya. Dia menampilkan kebolehannya mengolah figurasi realis yang berakar pada tradisi realisme sosial ala Diego Rivera, dan Taring Padi dengan simbolisme surealistik yang mengingatkan pada sapuan kuas para perupa Yogyakarta era 1980-an.

Menurut Setiawan Sabana, Guru besar Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung ekspresi pada karya Yos memiliki keberbagaian kesan dan pesan, yang langsung dan lantang tapi juga terdapat yang lembut dan simbolik.

“Ringkas cerita, koleksi karya Yos Suprapto mengandung kegalauan seluruh dimensi berkehidupan di Indonesia,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (13/9/2017).

Yos, ujarnya, ingin menghadirkan sebuah narasi visual. Layaknya cerita novel mengalir dalam bentuk sapuan warna yang mengundang imajinasi kita untuk sebuah kisah.

Menurut pengamat senirupa Bambang Bujono, melihat lukisan Yos Suprapto dalam pameran kali ini kuat menyarankan adanya cerita. Tampaknya Yos Suprapto adalah seniman yang ingin menyajikan pada kanvasnya cerita yang mengandung “masalah” yang bisa mengusik “ketenteraman” kita.

Yos mengungkapkan, selama setahun melakukan penelitian di Banyuwangi dan Indonesia timur, baik di dataran pegunungan maupun pesisir, hasilnya sebuah mata rantai budaya yang hilang.

“Yakni kekuatan budaya bahari inilah yang lenyap ketika kerajaan-kerajaan besar Nusantara mulai memunggungi laut akibat konflik antardaerah dan kedatangan kekuatan kolonial.”

Dalam lukisan 15 kapal dagang VOC digambarkan jelas menandai pendudukan hingga 350 tahun. Namun, menurut Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid, lukisan-lukisan Yos selain menyiratkan keprihatinan kondisi sosial, dalam pameran kali ini juga memperlihatkan harapan. "Inilah yang tergambar dalam seri lukisan berjudul “Arus Balik” yang sekaligus juga menjadi tajuk pamerannya."


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

galeri nasional
Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top