Pameran dan Konferensi Dokter Gigi Tampilkan Teknologi Terbaru

Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia, Koelnmesse Pte Ltd, dan Traya Eksibisi Internasional secara resmi membuka Indonesia Dental Exhibition & Conference 2017 (IDEC) pada hari ini, Jumat (15/09/2017).
Ramdha Mawaddha
Ramdha Mawaddha - Bisnis.com 15 September 2017  |  22:06 WIB
Pameran dan Konferensi Dokter Gigi Tampilkan Teknologi Terbaru
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA-- Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia, Koelnmesse Pte Ltd, dan Traya Eksibisi Internasional secara resmi membuka Indonesia Dental Exhibition & Conference 2017 (IDEC) pada hari ini, Jumat (15/09/2017).

Pameran dan konferensi IDEC 2017 berlokasi di Jakarta Convention Center (JCC) dan akan berlangsung pada 15-17 September 2017.

Menempati area pameran seluas 5.000 meter persegi di Assembly Hall Jakarta JCC, IDEC 2017 menampilkan berbagai produk, solusi, dan teknologi terbaru dari 229 merek dan bisnis.

Sebesar 60% ruang pameran digunakan oleh perusahaan internasional, yang menjadikan IDEC memiliki keunikan tersendiri dalam kalender acara kedokteran gigi Indonesia.

Sejalan dengan pameran tersebut, IDEC 2017 juga menggelar konferensi ilmiah disertai lokakarya langsung bertema "Modern Science and Technology for the Future of Dentistry," yang menampilkan para ahli gigi Indonesia dan internasional sebagai pembicara.

Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Usman Sumantri mengatakan, pemerintah mengapresiasi penyelenggaraan IDEC ini.

"Kami terus mendorong penguataan pelayanan kesehatan, termasuk juga penguatan SDM tenaga kesehatan, kurikulum kedokteran gigi harus terus diperhatikan dan jangan sampai kompetensi dokter gigi Indonesia di masa depan dipertanyakan," katanya sebelum meresmikan IDEC 2017.

Lebih lanjut, Kementerian Kesehatan akan mendukung tiga pilar utama pembangunan nasional yakni Indonesia Sehat, Indonesia Pintar, dan Indonesia Kerja.

Beberapa permasalahan, tambah Usman, khususnya pilar Indonesia Sehat yang masih perlu dibenahi antara lain kolaborasi antara dokter dan perawat gigi dan peningkatan kompetensi dokter gigi.

"Perbandingan jumlah ketersediaan dokter gigi di Indonesia selama ini sekitar 28.880, sementara jumlah perawat gigi sekitar 15.000," ujarnya.

PPSDM Kementerian Kesehatan juga berharap agar PDGI mendorong anggotanya khususnya para dokter gigi muda untuk melayani masyarakat di daerah terpencil Indonesia, bukan menumpuk di area kota-kota besar.

Usman berharap bisa mengurangi rasio kebutuhan dokter gigi terhadap populasi penduduk yang kini perbandingannya 0,097: 1.000.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dokter gigi

Editor : Saeno
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top