Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Box Office China Tumbuh 13% pada 2017

Pendapatan box office China meningkat sebesar 13,45% menjadi 55,91 miliar Yuan atau setara US$8,59 miliar pada 2017. Peningkatan ini lebih besar tiga kali lipat pendapatan mereka pada 2016 di mana penjualan tiket bioskop lebih banyak dikuasai film asing.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 02 Januari 2018  |  06:14 WIB
Gedung Bioskop
Gedung Bioskop

Bisnis.com, BEIJING - Dilansir dari Xinhua News Agency, pendapatan box office China meningkat sebesar 13,45% menjadi 55,91 miliar Yuan atau setara US$8,59 miliar pada 2017. 

Peningkatan ini lebih besar tiga kali lipat dibandingkan pendapatan mereka pada 2016, di mana penjualan tiket bioskop lebih banyak dikuasai film asing.

Film domestik berhasil mencatatkan penjualan sebesar 30,1 miliar Yuan pada 2017. Jumlah ini terhitung sebagai 54% dari total box office di China, turun ketimbang tahun sebelumnya. Pada 2016, jumlah film domestik mencapai 58% dari keseluruhan box office di sana.

China saat ini adalah pasar perfilman terbesar di dunia setelah Amerika Serikat. Dalam beberapa tahun ke belakang mereka berhasil mencatatkan peningkatan pesat dalam hal jumlah layar dan gedung bioskop.

Tahun lalu, China menambah sekitar 9.597 layar untuk mencapai 50.776 secara total. Jumlah ini lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah layar di Amerika Serikat yang berdasarkan data dari National Association of Theatre Owners hanya berjumlah 40.000.

Sepanjang tahun lalu, film "Wolf Warrior 2" menjadi film dengan pendapatan kotor terbesar di China. Film ini berhasil membukukan 5,68 juta Yuan dari penjualan tiket.

Setelah melewati pertumbuhan box office yang buruk pada 2016, pemerintah China mengumumkan bahwa setiap keuntungan dari penjualan tiket akan memasukkan pula biaya pelayanan untuk setiap pembelian tiket secara daring. Kebijakan ini terbukti berhasil mendorong pertumbuhan signifikan di 2017.

Meski begitu, banyak kalangan pembuat film di sana yang sebenarnya merasa tidak terlalu banyak mendapat keuntungan tambahan dari kebijakan tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china box office

Sumber : Reuters

Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top