Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Imlek Rasa Minang Karya Ghea Panggabean

Kini, detail busana Imlek bervariatif dan lebih berwarna mulai dari dress hingga tunik. Seperti yang ditampilkan desainer ternama Ghea Panggabean.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 10 Februari 2018  |  08:27 WIB
Imlek Rasa Minang Karya Ghea Panggabean
Karya desainer Ghea Panggabean - Ghea Panggabean
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Busana untuk merayakan Tahun Baru Imlek 2018 tidak hanya Cheongsam berwarna merah.

Kini, detail busana Imlek bervariatif dan lebih berwarna mulai dari dress hingga tunik. Seperti yang ditampilkan desainer ternama Ghea Panggabean.

Malalui koleksinya dengan highlight Selendang Padang, Ghea menciptakan karya orisinal dengan menghadirkan budaya Tionghoa di Padang. Apalagi budaya di Tanah Air juga banyak dipengaruhi oleh budaya luar melalui Jalan Sutera.

“Begitu luar biasa [budaya] yang masuk ke Indonesia melalui Jalan Sutera. Kita memiliki pengaruh Portugis, Belanda, India, dan juga dari China,” kata perempuan kelahiran Rotterdam itu.

Ghea menuturkan budaya Minangkabau banyak terpengaruh budaya China. Oleh karena itu, perpaduan kedua budaya yang dituangkan dalam balutan busana adalah keputusan tepat.

Teknik sulaman yang menjadi salah satu keunggulan dari Minangkabau ditampilkan untuk motif. “Di Minangkabau banyak sekali sulaman seperti gaya China, saya akan pakai sebagai motif dan border,” jelasnya.

Lulusan Lucie Clayton College of Dress Making Fashion Design itu memilih motif bunga untuk hiasan busananya. Dari sisi warna, pihakya memilih warna terang dan pastel untuk memberikan kesan feminim dan menarik anak muda.

Kendati begitu, dalam koleksi akhir dia mengaku tetap menampilkan warna gelap dengan nuansa maroon dan hitam. Motif dalam selendang Padang adalah bunga-bunga besar seperti yang tampak juga pada selendang China.

Sementara itu, Ghea menampilkan 20 look dengan keragaman corak kain tradisional khas Minangkabau dan Tionghoa. Kombinasi koleksi busana etnik modern tersebut menggunakan material velvet dengan detail embroidery dengan teknik sulam.

Dia mengatakan, busana Minangkabau banyak menggunakan teknik sulaman yang serupa dengan baju-baju Tionghoa seperti simbol, burung hong atau motif batik pesisir yang juga dikenal dengan burung phoenix.

“Semua saya mix and match dalam warna yang segar dan warna pastel. Di atas velvet semua dengan teknit sulam dengan manik-manik yang kecil-kecil seperti yang kita lihat di selop peranakan,” ujarnya.

Lebih jauh, Ghea berharap budaya Indonesia dapat semakin dikenal, tidak hanya di negara sendiri namun juga di Internasional. Oleh karena itu budaya Indonesia selalu menjadi bagian dalam hasil karya busananya.

“Saya merasa [merayakan] tahun baru Imlek juga tidak harus menggunakan Cheongsam, karena kita tetap orang Indonesia. Saya ingin memberikan alternatif lain dari pada busana China,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

imlek
Editor : M. Taufikul Basari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

back to top To top