Vaksin Anti Diare untuk Bayi Telah Ditemukan Tim UGM-MCRI

Peneliti dari Murdoch Childrens Research Institute (MCRI) Melbourne, Australia dan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta berhasil mengembangkan vaksin perlindungan awal dari diare yang berdampak dehidrasi untuk bayi dan anak-anak.
Yanuarius Viodeogo
Yanuarius Viodeogo - Bisnis.com 23 Februari 2018  |  17:59 WIB
Vaksin Anti Diare untuk Bayi Telah Ditemukan Tim UGM-MCRI
Kulkas untuk penyimpan vaksin. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Peneliti dari Murdoch Children’s Research Institute (MCRI) Melbourne, Australia dan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta berhasil mengembangkan vaksin perlindungan awal dari diare yang berdampak dehidrasi untuk bayi dan anak-anak.

Yati Soenarto, Pemimpin Regional di Bidang Riset Gastroenterologi Pediatrik dan Rotavirus Indonesia  mengatakan, vaksin itu bernama Rotavirus atau RV3-BB. 

Dari rilis yang diterima Bisnis, dalam uji klinik yang melibatkan 1.649 bayi baru lahir diberikan vaksin RV3-BB di 25 pusat kesehatan masyarakat dan rumah sakit di Klaten, Jawa Tengah dan Sleman, Yogyakarta. 

Pemberian vaksin selama ini di masyarakat diberikan untuk bayi berusia lebih dari 6 minggu sehingga menyebabkan bayi baru lahir itu rentan terhadap infeksi rotavirus. 

Hasil uji klinik yang diterbitkan di New England Journal of Medicine menunjukkan setelah pemberian tiga dosis RV3-BB dari sejak lahir, sebesar 94% bayi-bayi yang baru lahir terlindungi dari gastroenteritis rotavirus hingga 1 tahun pertama. 

Sementara itu, tiga perempat dari bayi-bayi terlindungi hingga usia 18 bulan. Uji klinik tersebut didanai oleh Australia National Health dan Dewan Riset Medis, manufaktur vaksin Indonesia PT Bio Farma, dan Bill & Melinda Gates Foundation. 

“Dengan memulai vaksinasi sejak kelahiran, kita bisa memberikan perlindungan pada bayi-bayi dari penyakit yang disebabkan oleh rotavirus paling tidak sejak mulai usia 3 bulan,” kata Yati Jumat (23/2/2018). 

Menurutnya, setelah masa itu, bayi-bayi kadang melewatkan kesempatan vaksinasi pada saat risiko mereka terkena rotavirus semakin tinggi

Kuasa Usaha Kedutaan Besar Australia di Indonesia Allaster Cox mengatakan, keberhasilan pengembangan vaksin RV3-BB merupakan prestasi nyata dari sains dan kesehatan global. 

“Ini merupakan hal baru dari kolaborasi panjang yang berhasil antara lembaga-lembaga Australia dan Indonesia,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
vaksin

Editor : Sutarno
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top