Istri Melahirkan, Karyawan Pria di Johnson & Johnson Cuti 2 Bulan

Pemberlakuan cuti bagi pria untuk menemani istrinya dalam proses pasca melahirkan mungkin masih terdegar asing di Indonesia. Namun, di negara seperti Swedia, Estonia, dan Islandia cuti seperti sudah umum diberikan.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 13 Maret 2018  |  20:55 WIB
Istri Melahirkan, Karyawan Pria di Johnson & Johnson Cuti 2 Bulan
Seorang ibu menggendong bayinya. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pemberlakuan cuti bagi pria untuk menemani istrinya dalam proses pasca melahirkan mungkin masih terdegar asing di Indonesia. Namun, di negara seperti Swedia, Estonia, dan Islandia cuti seperti sudah umum diberikan.

Pemberian cuti melahirkan untuk pria perlahan-lahan juga mulai diberlakukan di Indonesia. Di antaranya adalah cuti melahirkan atau paternity leave bagi pegawai negeri sipil (PNS) pria dari Badan Kepegawaian Nasional yang disahkan sejak awal tahun ini.

Sebelum diberikan oleh BKN, cuti seperti ini sejatinya sudah diberikan lebih dulu oleh beberapa perusahaan swasta di Indonesia. Salah satunya dalah PT Johnson & Johnson Indonesia. Mereka sudah memberlakukan cuti tersebut sejak Agustus 2017.

Country Leader of Communications & Public Affairs PT Johnson & Johnson Indonesia Devy Yheanne mengatakan, penerapan aturan tersebut di Indonesia awalnya dimulai oleh kebijakan serupa yang diberlakukan di Amerika Serikat pada 2015.

"Dan kini kebijakan untuk cuti melahirkan bagi para orang tua (Global Parental Leave) tersebut juga secara konsisten diberlakukan di seluruh dunia, termasuk Indonesia," katanya.

Alasan diberlakukannya cuti tersebut, lanjutnya, karena beberapa pertimbangan yang meliputi kesejahteraan karyawan dan dukungan mereka bagi pertumbuhan anak yang lebih baik di seluruh dunia. Kebijakan tersebut juga diambil dalam rangka upaya mereka menjadi salah satu perusahaan paling ramah keluarga di dunia.

"Bagaimanapun, Johnson & Johnson bukan hanya sebuah perusahaan: kami adalah keluarga dengan 130.000 karyawan di seluruh dunia," ujarnya.

Devy menjelaskan saat ini karyawan Johnson & Johnson mendapat kesempatan mengambil cuti melahirkan selama 3,5 bulan untuk perempuan, dan selama 2 bulan untuk laki-laki. Sejak diberlakukan, dia mengaku kebijakan tersebut justru berdampak positif terhadap kinerja perusahaan.

"Hampir seluruh karyawan Johnson & Johnson memiliki fasilitas mobile office [baik berupa smart phone, iPad maupun laptop] yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja, sehingga dengan demikian yang bersangkutan tidak akan terlalu tertinggal dalam memperoleh informasi – meskipun yang bersangkutan sedang tidak aktif dan mengambil cuti hamil yang panjang," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
cuti, johnson&johnson, melahirkan

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top