Minum Rutin Vitamin Neurotropik Kurangi Masalah Saraf Tepi

Neuropati atau kondisi gangguan dan kerusakan saraf ditandai dengan gejala seperti kesemutan, kebas dan kram. Lebih dari 50% masyarakat melakukan aktivitas dan gaya hidup sehari-hari yang berisiko neuropati.
Yoseph Pencawan | 24 Maret 2018 08:22 WIB
Saraf - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Untuk pertama kalinya, studi klinis mengenai kesehatan saraf tepi atau Nenoin (penelitian non-intervensi dengan vitamin neurotropik) dilakukan di Indonesia. Studi ini diklaim telah membuktikan bahwa kombinasi vitamin neurotropik secara rutin dan berkala dapat mengurangi gejala neuropati secara signifikan.

Neuropati atau kondisi gangguan dan kerusakan saraf ditandai dengan gejala seperti kesemutan, kebas dan kram. Lebih dari 50% masyarakat melakukan aktivitas dan gaya hidup sehari-hari yang berisiko neuropati.

Kerusakan saraf tepi dapat mempengaruhi kualitas hidup serta mengurangi kemampuan individu dalam beraktivitas. Kerusakan pada saraf tepi juga dapat menyebabkan gangguan sensorik, motorik dan penurunan kualitas hidup pasien.

“Kombinasi vitamin neurotropik memiliki profil toleransi yang baik sehingga aman untuk dikonsumsi jangka panjang,” tutur Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi Persatuan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi) Manfaluthy Hakim.

Pernyataan tersebut mengawali paparannya mengenai hasil dari Studi Klinis Nenoin yang diinisiasi PT Merck Tbk. di Jakarta, belum lama ini. Studi ini melibatkan 411 responden penderita neuropati yang berusia 18 tahun–65 tahun dengan etiologi berbeda dan mereka yang mengalami gejala gangguan saraf (neuropati) ringan sampai sedang. Etiologi adalah penyebab atau asal penyakit dan faktor-faktor yang menghasilkan atau memengaruhi suatu penyakit tertentu atau gangguan.

Adapun etiologi responden antara lain diabetes (104 orang), carpal tunnel syndrome (44 orang), idiopathic (112 orang) dan penyebab lain (25 orang) serta kombinasi (126 orang). Selama masa penelitian, lanjutnya, responden mengonsumsi satu tablet vitamin neurotropik sekali dalam sehari, setelah makan.

Kmbinasi vitamin neurotropik yang digunakan adalah Vitamin B1 (100mg), B6 (100mg) and B12 (5000 mg), dari Neurobion Forte. Berdasarkan data yang diperoleh setelah 12 minggu dari studi yang dilakukan di 9 kota besar di Indonesia ini, secara keseluruhan gejala neuropati berkurang hingga 62,9%. Dengan perincian, rasa sakit berkurang 64,7%, rasa terbakar berkurang 80,6%, rasa kesemutan berkurang 61,3% dan rasa baal/kebas berkurang 55,9%.

“Konsumsi kombinasi vitamin neurotropik menunjukan hasil yang baik terhadap gejala neuropati, bahkan mulai terlihat pada minggu kedua setelah pemakaian secara rutin.”

Pada akhir studi ditemukan juga bahwa kualitas hidup responden meningkat secara signifikan karena berkurangnya gejala neuropati yang diderita. Selain itu, efek samping dari konsumsi kombinasi vitamin neurotropik secara rutin dan berkala dalam jangka panjang juga disimpulkan relatif kecil.

EFEKTIF

Dokter dari Saarland University Hospital Jerman, Rima Obeid, menambahkan kombinasi vitamin neurotropik lebih efektif mencegah dan mengatasi penyakit neuropati dibandingkan dengan mengonsumsinya tanpa kombinasi. Kombinasi Vitamin B1, B6 dan B12 terbukti lebih ampuh mencegah dan mengatasi penyakit gangguan saraf berdasarkan hasil Studi Klinis Nenoin yang telah dipublikasikan di Asian Journal of Medical Sciences 2018 tersebut.

“Vitamin neurotropik tunggal adalah Vitamin B1, B6 atau B12 secara terpisah. Kombinasinya dapat mengurangi gejala kerusakan saraf tepi seperti rasa nyeri, mati rasa, kesemutan dan menurunnya sensasi,” terangnya.

Dalam kondisi terjadinya inflamasi, lanjut dia, penguraian Vitamin B6 meningkat sehingga mengurangi rasa nyeri. Kemudian, kerusakan saraf tepi, umum terjadi pada pasien diabetes karena mengalami kehilangan Vitamin B1 melalui urin.

Dan pada pasien diabetes kronik yang diterapi dengan metformin (obat yang sering digunakan sebagai terapi pada pasien diabetes) serta pada pasien diabetes stadium lanjut dengan komplikasi, kadar Vitamin B12 menurun. Karena itu dibutuhkan asupan kombinasi vitamin neurotropik untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Sementara itu, Holger Guenzel, Direktur Divisi Consumer Health PT Merck mengaku partisipasi pihaknya dalam studi klinis tersebut adalah sebagai salah satu bentuk komitmen mengedukasi dan meningkatkan pemahaman masyarakat terkait dengan kesehatan saraf tepi. Dengan adanya hasil studi klinis ini pihaknya berharap masyarakat dapat menjaga kesehatan saraf lebih optimal dan memperbaiki kualitas hidupnya masing-masing.

Selain edukasi dari hasil studi klinis terbaru tersebut, lanjutnya, dia memastikan MERCK juga akan terus berupaya untuk melakukan kampanye terintegrasi melawan neuropati bagi permasalahan saraf tepi. Kampanye ini meliputi berbagai layanan pemeriksaan kesehatan, kegiatan edukasi dan pengadaan kebutuhan medis lainnya.

 

Tag : kesehatan
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top