Ann Hui Sabet Penghargaan Sutradara Terbaik di Hong Kong Film Awards 2018

Sutradara Ann Hui berhasil menyabet penghargaan film terbaik dalam ajang Hong Kong Film Awards 2018 berkat filmnya yang berjudul Our Time Will Come pada Minggu (15/4/2018) petang.
Ilman A. Sudarwan | 17 April 2018 02:08 WIB
Ann Hui, sutradara asal Hong Kong. - Istimewa

Bisnis.com, HONG KONG – Sutradara Ann Hui berhasil menyabet penghargaan film terbaik dalam ajang Hong Kong Film Awards 2018 berkat filmnya yang berjudul Our Time Will Come pada Minggu (15/4/2018) petang.

Dikutip dari Variety, selain menyabet kategori tersebut, film ini juga berhasil menyabet 5 dari 11 nominasi yang didapatkan. Bagi Hui yang asal Hong Kong, kemenangan kali ini sekaligus menjadi kemenangan keenamnya sebagai sutradara terbaik.

Acara penganugerahan ini tanpa disangka-sangka berjalan lebih meriah berkat kehadiran aktor senior Bollywood Aamir Khan sebagai pemberi penghargaan. Untuk diketahui, Khan sedang berada di Hong Kong untuk mempromosikan film terbarunya yang berjudul Secret Superstar.

Selain Hui, kemenangan lainnya yang mencuri perhatian adalah kemenangan aktor Loius Koo Tin-Lok yang menyabet penghargaan aktor terbaik untuk perannya dalam film Paradox. Sepekan sebelumnya, dia juga baru saja mendapatkan penghargaan serupa dari ajang Asian Film Awards.

Di sisi lain, penyelenggaraan tahun ini juga dirasa lebih aman dibandingkan tahun lalu. Pada beberapa gelaran sebelumnya, acara ini kerap mendapatkan penolakan dari pihak Pemerintah China.

Film-film seperti Ten Years dan Trivisa dianggap terlalu bermuatan isu politik yang sensitif. Sehingga sebelumnya, siaran langsung dari Hong Kong ke China selalu diputus oleh Pemerintah China.

Sebagai bentuk propaganda untuk mendukung paham sosialisme di Negeri Tirai Bambu dan mengesampingkan kebudayaan asing, pihak Pemerintah China saat ini juga tengah getol memetakan dan melakukan pembatasan konten dan figur dari industri hiburan di sana.

Adapun Our Time Will Come bercerita mengenai masa invasi Jepang ke tanah Hong Kong yang kala itu dijajah oleh Inggris. Film ini sempat didapuk sebagai film pembuka Shanghai International Film Festival.

Namun, tak lama berselang pihak penyelenggara memutuskan untuk menarik film tersebut sebagai film pembuka. Sebagai gantinya, mereka memillih film The Chinese Window yang dianggap lebih sesuai dengan situasi politik yang tengah berkembang saat ini.

Tag : film, festival film
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top