Jokowi Minta Busana Muslim Indonesia Punya DNA Sendiri

Presiden Joko Widodo meminta pelaku industri busana Muslim nasional untuk membuat karya yang berciri khas Indonesia agar bisa lebih menonjol dibandingkan busana Muslim dari negara-negara lain.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 19 April 2018 14:12 WIB
Koleksi busana muslim rancangan Ria Miranda di Indonesia Fashion Week 2016. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo meminta pelaku industri busana Muslim nasional untuk membuat karya yang berciri khas Indonesia agar bisa lebih menonjol dibandingkan busana Muslim dari negara-negara lain.

Dalam pidatonya pada pembukaan Muslim Fashion Festival (Muffest) 2018 yang digelar di Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan, Jakarta, Kamis (19/4/2018), Jokowi mengatakan bahwa industri fesyen memiliki peranan penting di era modern seperti sekarang. 

"Saat ini, kita tengah berada di era modernisasi di mana perkembangan lifestyle semakin cepat. Di sini, fesyen memiliki peran penting untuk membantu pertumbuhan ekonomi bangsa," ungkapnya.

Presiden meyakini ke depannya industri fesyen Indonesia akan memiliki masa depan cerah. Dia berpesan agar para pelaku industri terus mau berinovasi mengembangkan kreativitas mereka tanpa mengenyampingkan nilai-nilai kebudayaan, norma-norma bangsa, dan juga nilai agama.

Jokowi melanjutkan busana Muslim di negara-negara lain sudah terlihat DNA-nya masing-masing. Untuk itu, ke depannya dia berharap pelaku industri busana Muslim indonesia dapat membuat busana Muslim yang berciri khas Indonesia dan kental akan unsur budaya sehingga menimbulkan ciri khas tersendiri di mata dunia.

"Kalau Arab, Turki, Timur Tengah busana Muslimnya kan punya ciri khas masing-masing. Kita juga harus menampilkan ciri khas Indonesia lewat busana produk Indonesia," ujarnya.

Muffest tahun ini merupakan yang ketiga kalinya digelar. Kali ini, acara tersebut diadakan selama tiga hari pada 19-22 April 2018.

Muffest 2018 mengusung misi besar untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat fesyen Muslim dunia pada 2020. National Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC) Ali Charisma menyatakan sebagai salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia tentu akan menjadi target pasar bagi desainer-desainer dunia.

Untuk itu, Indonesia terutama pelaku industri fesyennya harus mampu melindungi produk Tanah Air dengan inovasi dan personal branding dalam membuat produk yang berkualitas.

"Kami yakin mimpi mewujudkan Indonesia sebagai pusat mode muslim dunia bukan pada 2020, bukan besok, tapi [bisa] pada hari ini," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jokowi, busana muslim

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top