Menterjemahkan Perhiasan Tradisional dalam Koleksi Nusantara

Selama ini perempuan Indonesia lebih mengenal dan memakai perhiasan dengan tema modern untuk kesehariannya dan juga untuk acara-acara pesta.
Mia Chitra Dinisari | 20 April 2018 14:47 WIB
Koleksi Perhiasan Nusantara - Mia Chitra Dinisari

Bisnis.com, JAKARTA - Selama ini perempuan Indonesia lebih mengenal dan memakai perhiasan dengan tema modern untuk kesehariannya dan juga untuk acara-acara pesta.

Tak banyak juga yang mengenal perhiasan tradisional Indonesia yang kaya ragamnya. Umumnya, jenis perhiasan ini hanya digunakan untuk upacara adat atau pesta perkawinan untuk pengantin dari daerah tertentu.

Lantas bagaimana jadinya jika perhiasan tradisional itu diterjemahkan dalam perhiasan yang lebih modern? Hal inilah yang diangkat The Palace Jewelery bekerja sama dengan perancang kenamaan Samuel Wattimena dalam koleksi perhiasan bertema Nusantara.

Lewat koleksi tersebut, mereka mengajak masyarakat, terutama perempuan Indonesia untuk mengenal dan memakai perhiasan nasional sebagai bagian dari identitas Indonesia.

Koleksi Perhiasan Nusantara yang terinsprasi dari perhiasan tradisional Indonesia. Koleksi Perhiasan Nusantara terbagi dalam Seri Nusa, Seri Anta, dan Seri Tara yang terinspirasi keindahan berbagai perhiasan tradisional Indonesia yang tersebar di wilayah Indonesia Bagian Barat, Tengah, dan Timur.

Seri Nusa yang berarti rangkaian kepulauan, Seri Anta yang berarti angan-angan seseorang, dan Seri Tara yang berarti perempuan dengan kebebasan jiwa dan menyatakan keberhasilan juga prestasi hidup yang sejati. Melalui koleksi ini, masyarakat diajak untuk menyaksikan keindahan dan kisah dari kekayaan perhiasan tradisional Indonesia dengan nafas modern.

Samuel Wattimena menjelaskan, kekayaan budaya Indonesia selalu menjadi latar belakang saya dalam berkarya. Oleh karena itu, dia  mendukung The Palace Jeweler yang menginisiasi penggunaan perhiasan Indonesia dan diwujudkan dalam bentuk Koleksi Perhiasan Nusantara.

"Dalam mendesain Koleksi Perhiasan Nusantara Seri Nusa, saya mendapatkan inspirasi dari pending yaitu bentuk perhiasan yang mewakili Indonesia Bagian Barat. Untuk Seri Anta, saya terinspirasi dari Mamuli dan Marangga yang mewakili bentuk perhiasan Indonesia Bagian Tengah. Terakhir, Seri Tara mewakili bentuk perhiasan Indonesia bagian Timur yang terinspirasi dari Mas Bulan Base, Belak, dan Pepek Soriti. ” ujarnya di Jakarta.

Sementara itu, Jelita Setifa General Manager The Palace menjelaskan, The Palace sebagai National Jeweler memiliki visi menjadi ritel perhiasan kebanggaan di Indonesia.

"Bersama Samuel Wattimena, kami meluncurkan Koleksi Perhiasan Nusantara untuk mengangkat perhiasan yang memiliki ciri khas Indonesia. Melalui koleksi ini, kami mengajak masyarakat untuk menggali kekayaan perhiasan yang dimiliki Indonesia dan mulai mengenakan perhiasan Indonesia sebagai bentuk identitas bangsa.” ujarnya.

Jelita menjelaskan terdapat total 86 jenis perhiasan pada seluruh Koleksi Perhiasan Nusantara yang terdiri dari gelang, cincin, anting-anting, dan kalung dari emas dan berlian, dengan kadar emas yang tepat dan pilihan berlian dengan kualitas yang beragam.

Koleksi Perhiasan Nusantara merupakan langkah awal bagi masyarakat Indonesia untuk mengeksplorasi kekayaan perhiasan Indonesia dan mengenakannya sebagai identitas bangsa. Perhiasan Indonesia diharapkan dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri seperti halnya batik, angklung dan keris yang telah diakui UNESCO.

Puan Maharani  Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang juga hadir dalam peluncuran koleksi tersebut mengatakan, produk –produk budaya Indonesia sangat kaya dan tersebar di penjuru tanah air merupakan suatu warisan budaya yang patut dilestarikan dan dikelola secara tepat, serta berkelanjutan.

"Saya mengapresiasi langkah The Palace untuk mempopulerkan perhiasan berciri Indonesia dan saya harap masyarakat Indonesia semakin menyadari bahwa perhiasan Indonesia merupakan satu produk budaya Indonesia yang perlu kita jaga sebagai warisan budaya dan dapat kita kembangkan seperti halnya batik yang kini sudah menjadi identitas Bangsa Indonesia," ujarnya.

Dia juga mengajak masyarakat untuk menjadi duta perhiasan Indonesia dengan menggunakan perhiasan berciri nusantara dalam acara keseharian, dan tidak hanya digunakan sebatas pada acara adat.

Tag : perhiasan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top