Banyak Mitos Penderita Diabetes Tak Boleh Ini Itu, Begini Fakta Sebenarnya

Jika dibiarkan tidak diperiksa, penyakit diabetes dapat menyebabkan komplikasi serius dan dapat menyebabkan kematian lebih cepat dari seharusnya dan menjadi salah satu dari delapan penyakit utama yang menyebabkan kematian pada orang dewasa.
Yoseph Pencawan | 08 Mei 2018 01:58 WIB
Tes darah untuk mengetahui diabetes melitus - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Jika dibiarkan tidak diperiksa, penyakit diabetes dapat menyebabkan komplikasi serius dan dapat menyebabkan kematian lebih cepat dari seharusnya dan menjadi salah satu dari delapan penyakit utama yang menyebabkan kematian pada orang dewasa.

Menurut Iman Asikin, Plt. Direktur P2PTM Kemenkes, penderita diabetes bahkan memiliki risiko dua kali lebih besar terkena serangan jantung.

"Penyakit ini juga dapat menjadi penyebab utama kebutaan, gagal ginjal, amputasi tungkai bawah dan beberapa akibat jangka panjang yang membuat mutu hidup menjadi lebih rendah," ujarnya, Senin (7/5/2018).

Karena itu setiap individu perlu mengetahui informasi yang benar mengenai penyakit ini sehingga dapat mengendalikannya, melakukan pencegahan sedini mungkin dan tidak begitu saja percaya berbagai mitos yang selama ini berkembang di tengah masyarakat. Mitos-mitos itu antara lain:

Orang dengan diabetes harus melakukan diet khusus

Pandangan itu menurut dia tidak benar karena diet makanan sehat bermanfaat bagi siapapun, termasuk orang dengan diabetes. Pola makan sehat adalah yang mengandung biji-bijian, sayuran dan buah serta membatasi atau menghindari lemak dan karbohidrat olahan, terutama gula.

Makanan ramah diabetes dan bebas gula baik bagi anda

Ini juga dinilainya tidak benar karena makanan bebas gula kerap mengandung sejumlah kalori dan gula, bahkan karbohidrat.

Penyandang diabetes tak boleh mendonorkan darah

Penyandang diabetes tetap dapat menjadi pendonor darah selama kadar gula darahnya terkendali.

Perempuan penyandang diabetes sebaiknya tak hamil

Fakta yang benar adalah dengan kontrol atau pengendalian gula darah yang baik, perempuan penyandang diabetes tetap dapat mengandung dan melahirkan bayi yang sehat.

Diabetes pada ibu hamil akan hilang begitu melahirkan

Faktanya, pada 50%-70% ibu hamil yang memiliki diabetes (diabetes gestational) saat mengandung, berisiko menderita diabetes tipe 2 dalam waktu 5-10 tahun setelah melahirkan. Jika dibiarkan tanpa pengobatan, anak yang lahir berisiko menderita diabetes tipe 2 di usia dewasa.

Penggunaan insulin saat hamil akan berdampak buruk pada bayi

Insulin tidak memberi dampak buruk terhadap bayi, malah kadar gula yang tinggi yang bisa memberi dampak buruk kepada bayi. Hanya sedikit sekali insulin yang memasuki plasenta (dibandingkan tablet oral) sehingga aman digunakan untuk mengendalikan kadar glukosa dalam darah selama kehamilan.

Penyandang diabetes boleh makan gandum tetapi tak boleh makan nasi

Hal itu tidak benar. Baik gandumg maupun nasi sama-sama mengandung kadar karbohidrat (-70%) dan indeks glikemi yang sama. Keduanya dapat meningkatkan kadar gula meski dengan porsi terbatas, keduanya dapat dikonsumsi.

Penyandang diabetes tak boleh makan permen atau cokelat

Dengan diet yang tepat dan berolahraga, penyandang diabetes dapat memakan makanan manis seperti permen, es krim, atau kue-kue, meski dengan porsi kecil, misalnya hanya memakan pada saat acara-acara yang istimewa.

Penyandang diabetes tak boleh makanan starch seperti pasta, roti, kentang atau mie

Starch adalah sejenis tepung atau bagian dari bahan pangan yang antara lain berfungsi alami mengawetkan. Mie dan pasta biasanya mengandung starch, juga kentang. Orang dengan diabetes boleh saja mengonsumsinya, hanya saja dengan porsi kecil.

Penyandang diabetes tak boleh terlalu banyak olahraga karena kadar gula darah bisa menjadi terlalu rendah

Pandangan ini tidak tepat karena mereka yang menjalani terapi insulin memang harus menjaga keseimbangan olahraga, tetapi penyandang diabetes tipe 2 yang tidak bergantung pada insulin dan minum obat secara teratur tidak akan jatuh kadar gulanya karena berolahraga. Malah kegiatan fisik atau olahraga sangat penting untuk mengendalikan diabetes, seiring dengan menjaga berat badan normal.

Tag : diabetes
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top