Bukan Cuma Sinar Matahari, Serangan Kanker Kulit Juga Bisa Dipicu Faktor Berikut

Menurut dr. Haekal Yassier Anshari, M. Biomed (AAM), salah satu faktor risiko terkena kanker kulit adalah karena sering terpajan sinar matahari.
Yoseph Pencawan | 22 Mei 2018 20:35 WIB
Kanker kulit - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Meninggalnya menantu dari mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Adara Taista, yang wafat Rumah Sakit Moriyama Memorial Tokyo, Sabtu (19/5), menyisakan keingin tahuan banyak orang mengenai penyakit kanker kulit yang dikabarkan diderita oleh Adara.

Mulai dari jenis, gejala, sampai aspek-aspek apa saja yang menjadi faktor risiko seseorang bisa terserang kanker kulit. Menurut dr. Haekal Yassier Anshari, M. Biomed (AAM), salah satu faktor risiko terkena kanker kulit adalah karena sering terpajan sinar matahari.

"Selain itu, aspek genetik juga menjadi faktor risiko lain terkena kanker kulit," ujarnya, Selasa (22/5/2018).

Misalnya, kata dia, ada keluarga dekat yang sebelumnya pernah mengalami, maka seseorang berisiko terserang, meskipun tidak mesti kanker kulit. Orang yang memiliki banyak tahi lalat juga berisiko lebih tinggi terkena kanker kulit.

Kemudian masalah usia, mereka yang sudah berusia lanjut lebih berisiko terkena kanker kulit. Begitu pula dengan kulit yang pernah terbakar sinar matahari juga lebih berisiko terkena kanker kulit.

Faktor risiko berikutnya yakni gemar memakan makanan yang mengandung banyak bahan pengawet. Polusi udara pun bisa menjadi faktor risikonya. Seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah juga tidak luput dari risiko terkena kanker kulit serta sering mengonsumsi obat-obat tertentu.

"Terapi radiasi dan terkena paparan bahan kimia tertentu, pun bisa meningkatkan risiko terkena kanker kulit. Seperti mereka yang bekerja di pabrik tetapi tidak mengenakan pelindung badan, bisa terpapar."

Karena perjalanan penyakit kanker memakan waktu yang relatif lama, biasanya penderita baru datang ke fasilitas medis dan mendapatkan penanganan saat sudah berada pada stadium lanjut. Apalagi Melanoma, karena awalnya dianggap seperti tahi lalat biasa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kanker, tumor

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top