Mengenal Kelebihan dan Kekurangan Teknologi Pencitraan Jantung

Sebelum muncul berbagai alat atau modalitas pencitraan kardiovaskuler, kateterisasi menjadi tindakan yang diandalkan dokter untuk menangani penderita jantung bawaan.
Yoseph Pencawan | 29 Mei 2018 22:35 WIB
Sakit jantung pada perempuan -
Bisnis.com, JAKARTA - Sebelum muncul berbagai alat atau modalitas pencitraan kardiovaskuler, kateterisasi menjadi tindakan yang diandalkan dokter untuk menangani penderita jantung bawaan.
 
Dan setelah berbagai alat pencitraan lahir, kateterisasi lebih banyak dipakai untuk intervensi non-bedah. Terlebih, kateterisasi bersifat penanganan invasif dan bila pasien akan menjalaninya, dia terlebih dahulu harus dirawat selama tiga hari. Itu pun bila tidak ada masalah selama perawatan.
 
Pada perkembangannya, dunia medis Amerika Serikat menyarankan, setelah melakukan Ekokardiography (Eko) untuk pencitraan kardiovaskular pada PJB, selanjutnya dipilih modalitas yang non-invasif terlebih dahulu, sebelum kateterisasi kalau memang dibutuhkan.
 
Modalitas non-invasif tersebut yakni MRI atau CT Scan. Kemudian ada lagi modalitas non-invasif lain bernama Cardiac CT. Dalam menjalankan Cardiac CT, pasien tidak perlu dirawat.
 
"Kalau pasien anak rewel, biasanya diberikan obat tidur berbentuk sirup, kemudian baru dilakukan Cardiac," ujar Oktavia Lilyasari, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Rumah Sakit Harapan Kita, belum lama ini.
 
Penggunaan modalitas Cardiac, menurut dia, lebih cepat dari Eko, pengerjaannya tidak sampai lima menit. Cardiac juga bisa melihat jalur napas, sedangkan Eko tidak bisa. Namun sayangnya, modalitas ini mengeluarkan radiasi meski tidak sebesar kateterisasi.
 
Selanjutnya adalah MRI yang mengeluarkan gelombang radioelektromagnetik sehingga sama sekali tidak ada radiasi. Namun modalitas ini tidak nyaman bagi anak-anak yang memiliki Claustrophobia  (ketakutan pada ruang sempit). Rasanya seperti di peti mati.
 
Kendati demikian, biasanya modalitas inilah yang bisa menyelesaikan masalah, terutama karena tidak terhambat oleh bentuk tubuh sehingga bisa melihat seluruh struktur jantung lebih detil. Dan keunggulan terbesarnya juga adalah bisa menilai karakteristik jaringan.
 
Namun sayangnya, penggunaan modalitas ini membutuhkan waktu pengerjaan yang lebih lama. Untuk pemeriksaannya saja memakan waktu 1,5--2 jam dan post-processing minimal 1 jam.
 
 
 

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top