Anak Sudah 2 Tahun, Begini Tips Menyapih dari Sang Ibu

Menyapih atau menghentikan bayi menyusu dari payudara ibu dapat menjadi masa yang emosional bukan hanya bagi bayi, tetapi juga terhadap sang ibu.
Yoseph Pencawan | 31 Mei 2018 06:26 WIB
Ilustrasi - Sheknows

Bisnis.com, JAKARTA - Menyapih atau menghentikan bayi menyusu dari payudara ibu dapat menjadi masa yang emosional bukan hanya bagi bayi, tetapi juga terhadap sang ibu.

Menyapih bisa menjadi masa yang emosional karena selama ini bayi mendapatkan ketenangan dengan menyusu langsung dari payudara ibunya. Menurut Tanti Diniyanti, psikiater dari RSIA Kemang Medical Care, idealnya bayi dihentikan menyusu langsung dari payudara ibunya setelah berusia 2 tahun.

"Itu menurut rekomendasi badan kesehatan PBB, WHO, dan beberapa kitab suci," ujarnya.

Mungkin bagi ibu yang sebelumnya sudah memiliki anak, tentu telah mempunyai pengalaman dalam proses menyapih sehingga dapat mengulanginya lagi atau memperbaiki kekurangan-kekurangan sebelumnya. Namun, bagi mereka yang masih pertama kalinya menjalani, perlu diketahui kiat khusus bagaimana proses menyapih yang baik dari sisi psikologi.

Menurut Tanti, cara memulai menyapih sebenarnya sangat tergantung pada kebutuhan dan karakter dari masing-masing anak dan ibu, namun akan lebih baik bila proses ini tidak dilakukan secara mendadak, mulailah secara perlahan dan bertahap.

Proses menyapih secara perlahan dan bertahap lebih memberikan manfaat bagi bayi dan ibunya. Dengan begitu, ASI akan berkurang secara bertahap pula sehingga mengurangi risiko payudara mengalami bengkak dan terasa nyeri.

Upaya menyapih dimulai pada siang hari dengan menggantikan ASI ke makanan padat, sedangkan ASI hanya diberikan pada malam hari. Lalu sesekali mengganti ASI dengan pemberian susu botol, secara teratur selama satu minggu.

Pada minggu kedua, tambahkan intensitas pemberian susu botol dan mengurangi ASI secara drastis. Upayakan juga menidurkan di kecil tanpa disusui ASI dari payudara ibu, secara bertahap pula.

Akan lebih baik juga sebelum tidur si anak diberikan aktivitas-aktivitas yang menyenangkannya, seperti bermain-main kecil atau memperdengarkan lagu atau musik santai, sambil dipeluk atau dibelai.

Aelanjutnya adalah dengan ikut melibatkan anggota keluarga yang lain, misalnya dengan membiarkan sang ayah berinteraksi dengan si kecil saat ia ingin menyusu.

"Berikan banyak kehangatan dan cerita bahwa anak yang sudah mulai usia 2 tahun, sudah siap minum susu dari gelas dan berhenti menyusui langsung dari ibu. Tumbuhkan rasa percaya dirinya serta berikan penguatan dan pujian atas upayanya."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
parenting, air susu ibu

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top