HOOQ Filmmakers Guild Kembali di Gelar, HOOQ Berharap Lebih Bahyak Naskah Film Horor

Kebanyakan dari 500 peserta yang mengirim naskahnya, rata-rata serial bergenre drama, action, dan komedi. Guntur mengungkapkan naskah serial bergenre horor masih jarang yang mengirimkannya."Kalau bisa tahun ini lebih banyak ya yang mengirimkan naskah bergenre horor," lanjut Guntur.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 04 Juni 2018 19:18 WIB
Ilustrasi - tech in Asia Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA -- HOOQ Filmmakers Guild kembali hadir tahun ini untuk musim kedua.

HOOQ Filmmakers Guild merupakan proyek terbesar di tingkat Asia Tenggara dalam membantu para sineas berbakat untuk merealisasikan ide mereka menjadi serial TV.

Melanjutkan kesuksesan HOOQ Filmmakers Guild pertama pada 2017, format penjurian akan mengikuti aturan yang sama di jajaran juri yang terdiri dari para sineas papan atas Asia bersama para pelanggan HOOQ di mana mereka akan menentukan pemenang yang naskahnya akan diproduksi secara keseluruhan.

"Kesuksesan musim pertama di mana peserta yang mendaftar itu ada 500 orang yang mengirimkan naskahnya dan respon positif yang diterima kami, akhirnya pada tahun ini kami mengadakan HOOQ Filmmakers Guild musim kedua," ungkap Guntur Siboro pada acara buka puasa bersama HOOQ di restoran Harum Manis, Karet, Jakarta, Senin (4/6).

Tahun lalu antusiasme para sineas yang mendaftarkan naskahnya pada ajang tersebut membawa dua judul naskah dari Indonesia yang berhasil masuk 6 naskah terbaik di seluruh Asia.

Kebanyakan dari 500 peserta yang mengirim naskahnya, rata-rata serial bergenre drama, action, dan komedi. Guntur mengungkapkan naskah serial bergenre horor masih jarang yang mengirimkannya.

"Kalau bisa tahun ini lebih banyak ya yang mengirimkan naskah bergenre horor," lanjut Guntur.

Tahun ini, HOOQ kembali mengundang pelaku film profesional, baik sutradara, produser ataupun penulis skenario untuk mengirimkan naskah dan treatment (sketsa skenario) mereka untuk jadi serial TV yang akan tayang di HOOQ nantinya.

Lima naskah terbaik akan mendapatkan pendanaan sebesar US$30.000,- atau sekitar Rp420 juta (kurs:Rp14.000,-) untuk diproduksi menjadi episode pilot.

Pendaftaran terbuka untuk peserta dari Singapura, Thailand, Indonesia, Filipina, Vietnam, Malaysia dan Kamboja. Naskah terbaik akan diproduksi secara keseluruhan dan akan tayang secara eksklusif di HOOQ pada 2019.

"Pendaftaran untuk HOOQ Filmmakers Guild 2018 dimulai pertengahan bulan Mei hingga 31 Juli 2018, dengan ketentuan peserta merupakan profesional di industri film yang memiliki pengalaman dalam memproduksi film," kata Guntur.

"Peserta diharuskan mengirim naskah serial secara penuh dengan maksimal 13 episode untuk satu musim. Tidak ada batasan Genre, namun proposal dan produksi harus menggunakan bahasa lokal dari negara mana si peserta berasal misalnya dari Indonesia ya bahasa Indonesia," tukasnya

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
festival film

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top