Ibu-Ibu, Ini Empat Cara untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan mencatat kanker serviks dan payudara merupakan penyakit dengan prevalensi tertinggi di Indonesia.
Yoseph Pencawan | 01 Juli 2018 16:46 WIB
Bisnis.com, JAKARTA - Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan mencatat kanker serviks dan payudara merupakan penyakit dengan prevalensi tertinggi di Indonesia.
 
Sepanjang 2010-2013, kanker payudara, kanker serviks dan kanker paru merupakan tiga penyakit terbanyak di RS Kanker Dharmais dengan jumlah kasus baru serta jumlah kematian yang terus meningkat.
 
Menurut Dr. dr. Fitriyadi Kusuma, Sp. OG (K) Onk, Staf Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, upaya antisipatif merupakan hal yang lebih penting untuk dilakukan agar jumlah kasus tidak terus meningkat.
 
Tindakan pemeriksaan dini atau proses skrining idealnya dilakukan sejak aktif berhubungan seksual, yang mana pemeriksaan setiap tahun diperlukan untuk memantau kondisi organ kewanitaan.
 
Perkembangan ilmu dan teknologi medis saat ini telah menghasilkan beberapa metode pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mendeteksi lesi pra-kanker. Dan yang pertama adalah IVA.
 
"IVA merupakan metode pemeriksaan yang paling mudah, murah dan dapat dilaksanakan di Indonesia," ungkapnya, belum lama ini.
 
Dalam metode pemeriksaan ini mulut rahim dibalur dengan asam cuka 25% dan reaksi yang terjadi kemudian dianalisa.
 
Metode berikutnya adalah Papsmear. Tes ini dilakukan dengan pengambilan contoh sel-sel yang dilepaskan (eksfoliasi) dari lapisan epitel serviks. Sel-sel tersebut akan tampak tidak normal bila terjadi perubahan karena infeksi HPV, lesi pra-kanker atau kanker jika diperiksa di laboratorium.
 
Selanjutnya adalah metode pemeriksaan dengan tes DNA HPV. Pemeriksaan molekuler ini memiliki tingkat akurasi hingga 99%. Tes ini bahkan dapat mendeteksi kemungkinan timbulnya lesi pra-kanker meski belum terjadi perubahan pada sel.
 
Kolposkopi merupakan metode pemeriksaan lainnya. Pemeriksaan ini menggunakan alat yang dilengkapi dengan lensa pembesar untuk mengamati bagian yang terinfeksi. Jika memang ditemukan adanya jaringan yang terinfeksi, biopsi terarah (pengambilan sejumlah kecil jaringan tubuh) dapat dilakukan dengan alat ini.
 
"Selain pemeriksaan rutin, tindakan yang perlu dilakukan adalah mendapatkan vaksinasi HPV."
 
Vaksinasi ini dapat dilakukan oleh wanita berusia mulai 9 sampai 55 tahun, meski masa terbaik adalah pada 9 sampai 12 tahun. Vaksinasi dilakukan sebanyak tiga kali, yakni pada 0 bulan, 1-3 bulan dan 6 bulan.
 
 
Tag : kanker, kanker serviks
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top