Stasiun, Ruang Baru Apresiasi Musisi

Stasiun merupakan tempat sebuah kebudayaan lahir, mulai dari adanya interaksi antar penumpang, tingkat mobilitas yang tinggi, serta rutinitas para petugas yang berkomunikasi dengan jutaan penumpang.
Eva Rianti | 10 Juli 2018 00:07 WIB
Ilustrasi: Band blues Gugun Blues Shelter tampil bersama pemain organ Tony Monaco pada gelaran Jazz Festival 2018. - Bisnis.com/Ilman A. Sudarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Stasiun merupakan tempat sebuah kebudayaan lahir, mulai dari adanya interaksi antarpenumpang, tingkat mobilitas yang tinggi, serta rutinitas para petugas yang berkomunikasi dengan jutaan penumpang.

Di samping melahirkan suatu kebudayaan, lingkungan stasiun juga menjadi pasar dalam meningkatkan nilai-nilai kebudayaan, salah satunya adalah musik.

Sepanjang Februari 2018 lalu, beberapa stasiun disulap dengan tampilan baru bernuansa jazzy dengan diadakannya pergelaran musik jazz. Masyarakat mengenalnya dengan istilah jazzy station.

Pergelaran ini serentak diadakan di enam stasiun, diantaranya Stasiun Gambir, Bandung, Semarang Tawang, Yogyakarta, Surabaya Gubeng, dan Malang.

Baru-baru ini dikabarkan, festival bergengsi musik jazz bakal diadakan oleh PT Kereta Api Indonesia) (KAI bertajuk “Agro Muria Festival” pada 14 Juli 2018 mendatang dengan menggandeng penyanyi papan atas, Andien Aisyah.

Festival ini tidak diadakan di stasiun melainkan di Lawang Sewu, namun tetap membawa nuansa kebudayaan stasiun dengan mencomot nama sebuah kereta api jurusan Jakarta—Semarang, yakni Agro Muria.

Pengamat musik Bens Leo menuturkan bahwa adanya pergelaran musik di stasiun menjadi suatu kebaruan dalam industri musik. Hal baru ini dinilai mendapat apresiasi yang baik dari para penonton atau penumpang kereta.

“Ini [pergelaran musik] untuk menghibur masyarakat, bagus sekali itu dihadirkan bersamaan dengan penumpang yang tengah menunggu kereta,” ungkapnya.

Bens mengakui pula bahwa kegiatan pergelaran musik ini juga menjadi wadah bagi para musisi untuk semakin mengembangkan diri dan tampil di depan publik dalam sebuah festival seni. Musisi yang dimaksud mulai dari musisi lokal hingga nasional. “Tempat-tempat seperti inilah menjadikan musik bisa berkembang, termasuk musisinya.”

Dia menuturkan pergelaran musik di stasiun sebenarnya tidak sekedar bisa menghadirkan musik jazz saja, tetapi juga beragam genre musik lainnya, seperti keroncong, pop, dan dangdut. Hal ini seiring dengan beragamnya minat para penumpang kereta terhadap beragam genre musik.

“Penonton [penumpang kereta] beragam. Jadi, tak melulu musik jazz. Namun, memang di kota-kota tertentu ada kecocokan genre musik tertentu, seperti di Stasiun Bandung itu cocok musik pop jazz, masyarakat apresiatif sekali, saya pernah lihat. Apalagi, jika penonton dibolehkan menyanyi, ini lebih menarik,” papar Bens.

Tag : java jazz festival
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top