Chief Barber Voyage 2018, Seni Pangkas di Indonesia Dimulai Hampir 350 Tahun Lalu?

Zaman sekarang sebulan atau dua bulan sekali banyak dari kita menyempatkan diri pergi ke barbershop untuk merapikan atau mengganti gaya rambut sesuai dengan karakter dan kepribadian.
Yoseph Pencawan | 20 Juli 2018 03:25 WIB
Fatsi Hakim, Director Chief Company (kanan) dan Oky Andries, Marketing Director Chief Company berfoto di dalam ruangan Chief Barber di kawasan Kemang, Jakarta, Kamis 19 Juli 2018. - JIBI/Yoseph Pencawan

Bisnis.com, JAKARTA – Zaman sekarang sebulan atau 2 bulan sekali banyak dari kita menyempatkan diri pergi ke barbershop untuk merapikan atau mengganti gaya rambut sesuai dengan karakter dan kepribadian.

Fatsi Hakim, Director Chief Company mengatakan pihaknya meyakini berkembangnya gaya hidup ini tidak lepas dari sejarah munculnya seniman cukur di Indonesia.

"Hal inilah yang menginspirasi kami mencari dan menemukan akar budaya potong rambut dan barbershop di Indonesia melalui Chief Barber Voyage 2018 dengan tema On a Mission Discovering the Origin," ungkapnya saat temu pers Chief Barber Voyage 2018 di kawasan Kemang, Jakarta, Kamis (19/7/2018).

Dari berbagai literatur dan penjelasan sejarawan, Chief Company sementara ini meyakini munculnya tukang pangkas rambut dimulai sejak 1677, saat terjadi konflik Amangkurat II dan pemberontakan DI/TII di Jawa Barat pada 1949-1950.

Kedua peristiwa tersebut menyebabkan terjadinya eksodus besar-besaran masyarakat setempat ke daerah lain untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Bahkan sumber sejarah di KITLV Belanda mengungkapkan bahwa pada 1911 pangkas rambut sudah dilakukan oleh masyarakat Madura di Surabaya dan orang-orang Tionghoa di Medan pada 1931.

Dokumentasi yang kami lakukan dalam misi Chief Barber Voyage 2018 juga sekaligus menyandingkan cerita di balik itu dengan barber atau pangkas rambut tradisional serta menjawab tantangan dari pertanyaan, apakah semua seniman cukur di Indonesia berasal dari Garut, Padang, Madura, atau Tionghoa?"

Sebuah tim dari perusahaan waralaba pangkas modern, Chief Company, akan menempuh perjalan darat hampir sejauh 4.000 kilometer dengan menyinggahi 20 kota di Indonesia dalam misi Chief Barber Voyage 2018, selama 30 hari.

Dalam perjalanan, mereka akan mendokumentasikan perkembangan barbershop berkonsep modern di Tanah Air yang sedang tumbuh pesat dalam 5 tahun terakhir.

Dalam misi kali ini mereka menjalin kerja sama dengan BMW Indonesia yang bersedia mengoperasikan mobil jenis SAV teranyar, The All-New BMW X3, untuk mendukung perjalanan tim. Mereka direncanakan mengawali perjalanan dari Medan pada akhir bulan ini.

Tag : bmw, pangkas
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top