Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kenapa Anda Sering Ngantuk Sehabis Makan? Ini Penyebabnya

Apakah Anda pernah merasa ngantuk setelah makan? Sebagian besar dari Anda mungkin akan menjawab 'ya'.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 14 Agustus 2018  |  11:10 WIB
Kenapa Anda Sering Ngantuk Sehabis Makan? Ini Penyebabnya
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -Apakah Anda pernah merasa ngantuk setelah makan? Sebagian besar dari Anda mungkin akan menjawab 'ya'.

Setelah makan enak dan banyak, seseorang dikatakan masuk ke dalam koma makanan. Dalam istilah medis, ini disebut 'somnolen postprandial'.

Jadi, apa sebenarnya koma makanan dan apa penyebabnya? Koma makanan adalah suatu kondisi yang dapat terjadi setelah makan makanan pengisi, yang membuat Anda merasa sangat lelah atau lesu dan dapat bertahan selama beberapa jam.

Setelah makan makanan besar, Anda terasa ingin tidur hingga sore hari dan bersantai sepanjang hari.

Ada banyak teori yang berbeda tentang penyebab koma makanan. Ini adalah beberapa yang populer menurut Boldsky:

1. Makanan yang Mengandung Tryptophan

Beberapa ahli kesehatan mengatakan bahwa tidur setelah makan dikreditkan ke tingkat tinggi konsumsi L-triptofan. Ini adalah asam amino yang ditemukan dalam produk susu dan daging tertentu.

Ketika asam amino dikonsumsi bersama dengan karbohidrat seperti nasi atau kentang, itu meningkatkan produksi serotonin. Serotonin adalah neurotransmitter dan ketika dilepaskan, Anda cenderung merasa lebih rileks dan malas.

Serotonin dihasilkan dari tryptophan asam amino, dan dikonversi menjadi melatonin. Hormon ini membantu tubuh menjadi mengantuk.

2. Makan Makanan Tinggi Lemak

Peneliti mengatakan bahwa makan makanan yang tinggi lemak dan rendah karbohidrat dapat menyebabkan kantuk setelah makan.

Mereka mengatakan bahwa kombinasi yang rumit dari sinyal kenyang dikirim ke pusat tidur otak setelah makan besar dan padat yang tinggi lemak. Sinyal-sinyal ini mengurangi sinyal lapar dan gairah di otak dan meningkatkan kantuk.

3. Pergeseran Aliran Darah Dari Otak Ke Organ Pencernaan

Para ahli kesehatan mengatakan bahwa koma makanan disebabkan oleh sedikit pergeseran aliran darah dari otak ke organ pencernaan.

Saat Anda makan, sistem saraf parasimpatis Anda (PNS) diaktifkan. Sistem saraf parasimpatik ini dipicu ketika perut menjadi kenyang setelah makan makanan besar. Akibatnya, aliran darah lebih diarahkan ke organ pencernaan kerja daripada otak.

Pengalihan kecil ini dapat menyebabkan Anda merasa mengantuk dan lelah. PNS juga mengatur fungsi-fungsi tertentu dalam tubuh seperti memperlambat denyut jantung dan mengatur pencernaan dan tekanan darah.

Cara Untuk Mengatasi Koma Makanan
1. Jika Anda merasa tidak enak badan atau kembung setelah makan, pertimbangkan untuk mengonsumsi teh herbal peppermint untuk menenangkan perut Anda.
2. Cara lain untuk mengatasi koma makanan adalah dengan menyeimbangkan makanan Anda. Piring Anda harus diisi dengan jumlah sayuran, protein, karbohidrat, dan lemak sehat yang sama. Sertakan sayuran berdaun hijau juga yang dikemas dengan serat, penting untuk pencernaan.
3. Makan lebih sedikit yang akan membuat Anda tetap waspada setelah makan siang, terutama ketika Anda berada di kantor. Jaga ukuran porsi Anda dalam kendali.
4. Setelah makan padat, buat diri Anda aktif dengan menikmati jalan kaki singkat untuk meningkatkan sirkulasi darah dan merangsang otot-otot Anda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makanan

Sumber : Boldsky.com

Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top