Ingin Coba Bayi Tabung? ini Bocoran Harganya dari Tya Ariestya

Metode bayi tabung dipilih sebagai bentuk ikhtiar yang dilakukanya bersama sang suami, Irfan Ratinggan untuk mendapatkan keturunan setelah melakukan berbagai metode dan terapi pengobatan sekitar 1,5 tahun pernikahan.
Dewi Andriani | 28 Agustus 2018 17:23 WIB
Dr. Ivan R. Sini (kanan) dengan pasiennya, bayi dan orangtua yang ikut program Morula IVF Indonesia. - Rahmayulis Saleh

Bisnis.com, JAKARTA -- Proses mendapatkan buah hati melalui metode bayi tabung sudah ada sejak 40 tahun lalu dan sudah melahirkan 6,5 juta anak di seluruh dunia. Adapun di Indonesia, bayi pertama yang lahir melalui proses bayi tabung dimulai sejak 1988.

Kini, program bayi tabung semakin diminati, Tya Ariestya menjadi satu dari sejumlah selebitas Tanah Air yang sukses menjalankan program bayi tabung selain Inul Daratista, Cynthia Lamusi, Sissy Prescillia, dan Lula Kamal.

Menurutnya, metode bayi tabung dipilih sebagai bentuk ikhtiar yang dilakukanya bersama sang suami, Irfan Ratinggan untuk mendapatkan keturunan setelah melakukan berbagai metode dan terapi pengobatan sekitar 1,5 tahun pernikahan.

Tya juga mengakui bahwa dirinya mengidap PCOS (polycystic ovary syndrome) atau sindrom ovarium polikistik yang membuat terganggunya fungsi ovarium di saat usia subur. Hal ini membuatnya tiga kali lebih sulit mendapatkan keturunan dibandingkan wanita pada umumnya.

“Aku pilih program IVF karena aku PSO, sel telur kecil dan banyak jadi susah untuk ovulasi. Sulit untuk memiliki masa subur. Setelah konsultasi dengan dokter sana sini ada beberapa pilihan. Akhirnya dokter menyarankan untuk bayi tabung karena setelah coba proses pembuahan secara alami masih belum berhasil,” kisahnya.

Untuk menjalankan program bayi tabung di Klinik Morula IVF Indonesia untuk buah hatinya yang pertama, Muhammad Kanaka Ratinggan, Tya mengaku merogoh kocek sebesar Rp60 juta. Selain dana, dia juga harus mempersiapkan mental serta disiplin dan konsisten dalam menjalankan setiap proses mulai dari konsumsi obat, menjaga asupan makanan, dan menjaga gaya hidup.

Setelah sukses dalam program yang pertama, wanita berusia 32 tahun tersebut kembali mencoba program bayi tabung. Kali ini, dana yang dikeluarkan lebih besar mencapai Rp100 juta karena obat-obatan dan stimulasi suntikan yang diberikan dua kali lipat dibandingkan program yang pertama.

“Ada 8 embrio yang berhasil jadi, nanti akan dipilih yang terbaik untuk disuntikan ke rahim. Masih deg-degan, doakan ya semoga berhasil,” harapnya. Sebab, diakui olehnya usai menjalankan program yang pertama, Tya sempat menyuntikan kembali embrio yang sempat dibekukan tetapi belum berhasil. Dana yang dikeluarkan saat itu sekitar Rp20 juta.

CEO Morula IVF Indonesia Ivan Sini, SpOG mengatakan ketika menjalankan program bayi tabung peluang keberhasilannya memang tidak mencapai 100%. Artinya tidak semua program berhasil. Namun, peluang kehamilan melalui bayi tabung mencapai 32% hingga 50%.

“Bagi pasangan yang sedang berupaya hamil. Perkiraan peluang kehamilan secara alami hanya sekitar 2% -- 4%. Sementara menurut WHO peluang kehamilan bayi tabung bisa 32% dan di klinik Morula mencapai 40% hingga 50%,” ujarnya.

Menurutnya, ketika percobaan pertama gagal, pasangan dapat mencoba yang kedua dengan menanamkan embrio yang sudah dibekukan di awal. Pada saat yang kedua kali, peluang keberhasilan menurunya bisa mencapai 70% hingga 80% lebih tinggi.

Tag : bayi tabung
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top