Restoran Citarasa Lokal, D’penyetz, Siap Ekspansi di Negara Keenam

Restoran asal Singapura yang bercitarasa Indonesia, D’penyetz berencana melebarkan sayap bisnisnya ke Australia. Outlet pertama di negeri Kangguru itu bakal dibuka di Kota Melbourne pada tahun ini.
Ipak Ayu H Nurcaya | 01 September 2018 12:16 WIB
Restoran Dpenyetz - www.tripadvisor.ca

Bisnis.com, JAKARTA — Restoran asal Singapura yang bercitarasa Indonesia, D’penyetz berencana melebarkan sayap bisnisnya ke Australia. Outlet pertama di negeri Kangguru itu bakal dibuka di Kota Melbourne pada tahun ini.

Pendiri D’penyetz Edy Ongkowijaya mengatakan Australia akan menjadi negara keenam bagi restorannya dalam menancapkan eksistensi. Saat ini menurutnya D’Penyetz telah membuka gerai pada lima negara Asean yakni Singapura, Malaysia, Indonesia, Brunei Darussalam dan Myanmar.

Setelah Australia, Edy membidik ekspansi di luar negara Asean lainnya yakni ke Timur Tengah, Salandia Baru hingga Amerika Serikat.

“Ini sekaligus membuktikan kalau D’penyetz semakin mengharumkan kuliner Indonesia di mata dunia,” katanya melalui siaran pers, Sabtu (1/9/2018).

Edy mengemukakan khusus di Indonesia, D’Penyetz yang juga ditawarkan secara waralaba tersebut telah membuka sebanyak 22 outlet yang tersebar di Jakarta, Aceh, Medan, Siantar, Batam, Palembang, Bandung, Samarinda, Balikpapan, Pontianak, hingga ke Jayapura.

Belum lama ini, menurutnya, salah atu group mitra yang mengoperasikan empat outlet di Batam, juga melakukan opening outlet seluas 2.700 m2 di Pekanbaru. Rencananya, perusahaan akan membuka lagi di Sorong, Timika, Manokwari dan Merauke pada akhir tahun ini.

Dengan pembukaan outlet di Pekanbaru, maka D’Penyetz menurutnya telah mengoperasikan sebanyak 119 outlet yang tersebar di lima negara Asean.

"Restoran dengan menu andalan ayam penyet tersebut pertama kali dikembangkan di Singapura pada 2009, hingga kini D’penyetz telah memiliki lima outlet di Singapura. Selanjutnya jaringan bisnis berkembang ke Malaysia dengan 24 outlet, lalu Indonesia, Myanmar dan Brunei," ujarnya.

Walau telah mengoperasikan 119 outlet di Asean, Edy mengatakan pihaknya masih akan memperluas jaringan bisnisnya di negara tersebut lewat sistem waralaba. D’penyetz menurutnya menawarkan paket investasi sebesar Rp1,2 miliar sampai Rp1,8 miliar. Nilai tersebut sudah termasuk renovasi, equipment, stainless dan lainnya.

Sementara itu, pengembangan bisnis yang dilakukan Edy, tak semata terkait perluasan jaringan bisnis maupun perekrutan mitra, tapi juga dalam hal promosi khususnya dalam bentuk digital. Upaya itu membawa dampak positif pada bran D’penyetz yang makin dikenal.

Hal ini membuat D’penyetz kembali berhasil meraih penghargaan Indonesia Digital Popular Brand Award (IDPBA) 2018. Ini penghargaan kedua yang berhasil diraih perusahaan kuliner tersebut secara berturut-turut.

Menurut Edy, hal ini tak lepas dari peran digital marketing yang juga dilakukan oleh semua mitranya. Karena menurutnya, hampir semua mitra di setiap kota sangat aktif di sosial media (sosmed).

Edy menambahkan, meskipun peran digital marketing untuk bisnisnya sangat penting, tapi menurut dia, itu bukanlah yang menjadi faktor utama. Karena menurutnya, digital marketing lebih ke branding awareness dan juga lebih ke branding retention.

“Namun, kalau untuk yang berhubungan dengan sales, digital marketing itu tidak menjamin kalau sales akan meningkat. Artinya, sebenarnya digital marketingitu penting tapi bukanlah segalanya,” tuturnya.

 

Tag : inspirasi bisnis
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top