Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ngeri, Ini Bahaya Diet Rendah Karbohidrat

Diet rendah karbohidrat bukan cara terbaik menjaga kesehatan dalam jangka panjang, menurut sebuah studi yang presentasikan dalam European Society of Cardiolog Congress di Jerman beberapa waktu lalu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 September 2018  |  11:42 WIB
Ilustrasi - Artisanfoodandlaw
Ilustrasi - Artisanfoodandlaw

Bisnis.com, JAKARTA - Diet rendah karbohidrat bukan cara terbaik menjaga kesehatan dalam jangka panjang, menurut sebuah studi yang presentasikan dalam European Society of Cardiolog Congress di Jerman beberapa waktu lalu.

Para peneliti menemukan diet sangat rendah karbohidrat bisa meningkatkan risiko seseorang berhadapan dengan kematian.

"Pesannya jelas. Kita harus menghindari diet dengan kadar karbohidrat rendah, dan bahkan sangat rendah, terutama yang jumlah asupan kalorinya kurang dari 26%," ujar penulis studi dari Polish Mothers Memorial Hospital Research Institute, Maciej Banach dikutip dari Time, Senin (3/9/2018).

Diet rendah karbohidrat belakangan menjadi popular, khususnya bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan. Namun, studi dalam jurnal Lancet menemukan bahwa karbohidrat dalam jumlah cukup merupakan asupan terbaik untuk harapan hidup lebih lama.

Hal ini juga menunjukkan bahwa kehilangan berat badan karena diet rendah karbohidrat justru berdampak buruk bagi kesehatan jangka panjang.

Data Kesehatan

Untuk sampai pada kesimpulan ini, sebuah studi yang tidak dipublikasikan mengumpulkan data kesehatan 25 ribu orang dari tahun 1999 dan 2010.

Peneliti menemukan, lebih dari rata-rata 6,4 tahun pengamatan, mereka yang asupan karbohidratnya terendah berisiko 32% menghadapi kematian, 50% lebih tinggi sekarat karena penyakit vaskular dan 36% lebih tinggi karena kanker, ketimbang orang yang asupan karbohidratnya paling banyak.

Peneliti juga mengamati tujuh studi berbeda mengenai karbohidrat dan kesehatan yang melibatkan 447.500 orang. Hasilnya, diet rendah karbohidrat berhubungan dengan 15% lebih tinggi risiko kematian, 13 persen lebih tinggi meninggal karena masalah kardiovaskular.

Lalu, 8% lebih tinggi kematian akibat kanker, dibandingkan mereka yang diet tinggi karbohidrat.

Daging dan Produk Susu

Banach mengatakan berdasarkan studi kasus ini, orang-orang mengalami masalah yakni ternutrisi, namun mengganti karbohidrat dengan daging dan produk-produk susu.

Diet tinggi produk hewani versus produk nabati bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit jantung dan daging berhubungan dengan kanker.

"Nutrien alami untuk asupan sehari-hari sangat penting. Karenanya, membatasi satu dari nutrien ini bisa membahayakan kesehatan kita," tutur Banach.

Di sisi lain, ahli diet teregistrasi dari NYU Langones Weight Management Program, Despina Hyde sependapat dengan ini.

"Saat Anda tak makan karbohidrat, Anda harus makan sesuatu. Kita mengonsumsi protein dan lemak lebih tinggi (dalam diet rendah karbohidrat). Karbohidrat adalah sumber serat dan serat sangat bagus untuk menurunkan risiko terkena kanker payudara, menurunkan kadar kolesterol dan membuat kita kenyang lebih lama," kata dia.

Hyde merekomendasikan asupan karbohidrat pada menu makan.

"Pilihlah biji-bijian utuh, karbohidrat tingi serat seperti buah-buahan, biji gandum, --tidak perlu roti, pasta atau kue-kue kering," tutur dia seperti dilansir Time.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

karbohidrat diet

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top