Mi Instan Pembawa Zat Penyebab Kanker? Ini Penjelasan BPOM

Belakangan ini beredar pesan broadcast di berbagai grup WhatsApp soal mi instan yang membawa zat penyebab kanker.
JIBI | 12 September 2018 09:03 WIB
Mi instan - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Belakangan ini beredar pesan broadcast di berbagai grup WhatsApp soal mi instan yang membawa zat penyebab kanker.

Pesan tersebut mengutip riset Korea Food and Administration (KFDA) yang menyebut menemukan zat penyebab kanker, benzopirene, dalam mi instan yang dibuat oleh merek Korea.'

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tetty H. Sihombing menanggapi pesan viral beredar melalui media sosial tentang mi instan di Indonesia mengandung zat penyebab kanker, benzopirene.

"Kami tidak menemukan data bahwa kandungan zat dalam mi instan tersebut dapat dikaitkan langsung dengan penyebab kanker," ujar Tetty saat dihubungi melalui pesan singkat, Sabtu (8/9/2018).

"Yang diisukan berbahaya juga ada monosodium glutamat (MSG), methyl p-hydroxbenzoate dan asam benzoat."

MSG merupakan penguat rasa yang memiliki Acceptable Daily Intake (ADI) not specified. Artinya, bila dikonsumsi setiap hari dalam jumlah wajar tidak menimbulkan bahaya dalam bagi kesehatan.

Sedangkan methyl p-hydroxbenzoate atau metil paraben pengawet yang diizinkan dalam produk pangan dengan jumlah tertentu.

"Namun ada beberapa data yang menunjukkan bahwa beberapa orang tertentu sensitif terhadap MSG. Sampai saat ini belum ada bukti ilmuah yang sahih bahwa MSG dan metil paraben dapat merusak usus, liver atau sakit maag," kata Tetty.

Metil paraben, kata dia, juga digunakan untuk mengawetkan kecap yang merupakan bumbu pelengkap dari mi instan varian tertentu. Ada beberapa negara lain yang mengguakan metil paraben itu seperti Taiwan, yang tidak mengatur penggunaannya pada mi instan.

"Terkait pesan tersebut, diharapkan masyarakat tidak resah dan meragukan keamanan mi instan yang beredar di Indonesia. Dan konsumsilah dengan bijak," tambah Tetty.

 Pesan tersebut beredar melalui aplikasi perpesanan seperti WhatsApp dan media sosial Facebook, Twitter dan lainnya.

Sumber : Tempo

Tag : kanker, mi instan
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top