Joko Anwar: Film Horor Adalah Film Paling Jujur

Baginya, membuat film horor lebih susah dari film-film biasa yang sebelumnya ia bikin. Karena membuat film horor itu harus presisi sekali secara teknis dan secara estetika, kata Joko memberikan alasan.
Asteria Desi Kartika Sari | 14 September 2018 01:05 WIB
Poster film "Pengabdi Setan" - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Film horor selalu punya tempat di hati penonton Indonesia. Meski sempat pasang surut, kini tontonan menakutkan yang menegangkan ini bangkit lagi.

Salah satunya Pengabdi Setan yang menjadi gambaran nyata kebangkitan film horor Indonesia. Film yang digarap oleh sutradara Joko Anwar tersebut mampu menyabet tujuh penghargaan Piala Citra, bahkan menjadi film horor terlaris sepanjang masa, diputar di 42 negara.

Sebenarnya dari zaman dulu sebelum sinema modern Indonesia setelah tahun 2000, [yaitu] pada 1970-an atau 1980-an film horor  Indonesia sangat diandalkan untuk bisa jadi menarik penonton untuk ke bioskop. Jadi bukan hanya tahun ini,” katanya, belum lama ini.

Menurut Joko Anwar, membuat film dengan production value yang tinggi adalah kunci untuk menjaga eksistensi film horor. Artinya dari berbagai sudut pembuatan film harus dikerjakan dengan lebih serius, misalnya skenaria, sinematgrafi, pencahayaan, setting tempat sampai dengan aktornya.

Joko Anwar berharap dapat menjadikan film horor Indonesia sebagai pengalaman menonton yang menarik dan  menjadi produk yang terhormat atau prestisius. Tak hanya di Indonesia, tentu saja.

Lalu, apa yang sebenarnya membuat Joko Anwar akhirnya suka membuat film yang membuat berdiri bulu kuduk itu?

Karena saya dari kecil nontonnya film horror terus dan film-film saya sebelumnya juga banyak elemen-elemen horornya. Bisa dibilang lahir dari film horor. Makanya saya tertarik di film horor. Lebih menantang,” ujar Joko.

Baginya, membuat film horor lebih susah dari film-film biasa yang sebelumnya ia bikin. Karena membuat film horor itu harus presisi sekali secara teknis dan secara estetika, kata Joko memberikan alasan.

“Penyutradaraannya harus sangat presisi, tata cahaya, sinematografinya, pokoknya semuanya harus presisi untuk mempertahankan ekspektasi penonton.”

Misalnya, lanjut Joko, di film Pengabdi Setan dengan latar belakang pada 1980. Tantangannya tidak hanya menyediakan properti era 1980 saja, namun juga bagaimana menciptakan atmosfernya.

Joko Anwar berjanji akan terus membuat film horor karena memang disukainya dan memiliki segmen penonton setianya sendiri.

“Film horor adalah film yang menurut saya paling jujur, karena film horor dibuat memang untuk memberikan pengalaman sistematik kepada penonton, bukan berpretensi untuk memberikan ceramah misalnya. Jadi benar-benar hanya untuk pengalaman menonton pada masyarakat.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
film, joko anwar

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top