Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Berkat Batik dan Tenun, Indonesia Bakal Jadi Kiblat Tren Busana Etnik Dunia

Indonesia diyakini akan menjadi pusat tren busana etnik dunia setelah melihat gaya masyarakat mulai mengarah pada penggunaan pakaian bermotif batik dan tenun.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 25 September 2018  |  06:41 WIB
Samuel Wattimena - Asteria Desi Kartika Sari
Samuel Wattimena - Asteria Desi Kartika Sari

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia diyakini akan menjadi pusat tren busana etnik dunia setelah melihat gaya masyarakat mulai mengarah pada penggunaan pakaian bermotif batik dan tenun.

Tren tersebut akan lahir dengan sendirinya seiring dengan perubahan arah mode masyarakat ke pakaian tradisional.

Samuel Wattimena Desainer Busana mengatakan Indonesia dikenal dengan populasi manusia cukup tinggi, juga menghasilkan desain busana etnik dari berbagai daerah. Gaya etnik tersebut memiliki kekhasan masing-masing.

“Coba saja ke berbagai tempat, semua pria khususnya pasti sudah memakai batik dan memiliki baju tenun baik itu tenun Bali ataupun dari NTT,” kata Samuel kepada Bisnis, Senin (24/9/2018).

Menurutnya kondisi saat ini berbeda dengan fenomena 20 tahun lalu. saat itu, kebanyakan pria menggunakan pakaian baju polos kain bahan meteran. Namun dewasa ini, umumnya para pria tidak lagi mengenakan baju polos, namun lebih pada baju etnik seperti batik.

“Pilihan mereka sudah ke pakaian tradisional. Kekuatan ini juga harus dibantu. Harus dibantu dengan memanfaatkan euforia ini. untuk nasionalisme dan ueforia nusantara kan tinggi sekali. Nanti ini akan menjadi momentum untuk terbentuknya fesyen etnik rasa indonesia,” sebutnya.

Dia meyakini suatu waktu Indonesia akan menjadi kiblat pakaian etnik dunia. Menurutnya tantangan produk Indonesia adalah masih minim dalam konteks promosi. Dukungan media menurutnya akan berpengaruh pada popularitas busana Tanah Air akan semakin baik. Namun dia mengaku akan ada pergerakan natural baik dari produsen maupun masyarakat.

“Kita yang sebagian terpengaruh gaya Italia dan gaya lainnya itu kan karena termakan iklan. Jadi pemahamanya menurut saya perkembangan sangat terjadi dan harus terus dikuatkan,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tenun samuel wattimena
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top