Bergaya dengan Padu Padan Aksesori Thomas Sabo

Konsep tersebut juga diterjemahkan dalam perhiasan Thomas Sabo lewat Sterling Silver Autumn/Winter Collection 2018. Padu padan menjadi sebuah ide kreatif, hal itu dapat diterapkan pada aksesori seperti cincin, gelang, dan kalung panjang yang dipakai dengan gaya berlayer.
Asteria Desi Kartika Sari | 28 Oktober 2018 00:07 WIB

Tambahan aksesori bisa memberi sentuhan yang berbeda pada gaya berbusana, baik untuk sehari-hari hingga ke pesta. Memadukan aksesoris dengan busana adalah sebuah trik. Padu padan menjadi konsep yang dapat menciptakan tren yang kuat, otentik dan berestetika.

Konsep tersebut juga diterjemahkan dalam perhiasan Thomas Sabo lewat Sterling Silver Autumn/Winter Collection 2018. Padu padan menjadi sebuah ide kreatif, hal itu dapat diterapkan pada aksesori seperti cincin, gelang, dan kalung panjang yang dipakai dengan gaya berlayer.

Mendefinisikan ulang perangkat perhiasan klasik, jenama aksesori asal Jerman tersebut menampilkan ikonik gelang dengan desain terbaru, dan variasi yang klasik populer. Aksesori tersebut dapat memberikan pernyataan ekspresif untuk Anda.

Direktur Kreatif Thomas Sabo Susanne Kölbli mengatakan Sterling Silver Collection menjadi DNA dari Thomas Sabo. Perubahan yang belum pernah ada sebelumnya dari desain individu, membuat kreasi yang tidak konvensional .

“Mulai sekarang, berbagai bentuk gaya digabungkan dan semua tentang cara baru memakai perhiasan,” katanya melalui keterangan tertulis.

Unsur-unsur perak ikonik ditafsirkan dengan cara modern, serta tautan rantai gabungan yang tidak konvensional akan semakin menekankan kepribadian pemakainya. Uniknya, terinspirasi dari zaman sebelumnya, kalung dan gelang dibuat dan diproses dengan mesin yang usianya sudah berabad-abad di Jerman.

Dirancang dengan indah, Kingdom of Dreams memberikan musim ini dengan aura mistis lewat kode warna kerajaan dan keajaiban langit malam. Misalnya, liontin unicorn misterius, serta perhiasan terinspirasi oleh gaya Victoria. Beberapa di antaranya memiliki unsur-unsur kosmik seperti bintang atau bulan yang semakin menarik mata.

The Spirit Moonphase Movement 1984, salah satu seri jam tangan, menambah sentuhan puitis lewat tampilan moonphase pada pukul enam, dial tersebut menyajikan konstelasi bintang yang mewakili 8 Mei 1984 di kantor pusat perusahaan internasional di Lauf an der Pegnitz. Sebagai referensi kelahiran merek Thomas Sabo.

Tak hanya itu, gaya retro yang menarik ditampilkan untuk para pecinta Boho dan vintage, melalui cincin vintage yang dihiasi dengan berlian halus. Beberapa perhiasan warisan dari tahun-tahun sebelumnya juga mengalami pembaruan lebih modern dengan desain yang ditafsirkan ulang.

Liontin yang ditampilkan memancarkan sentuhan nostalgia, dan menyediakan ruang untuk menyembunyikan foto-foto kecil orang-orang tercinta atau kenangan.

Guna menyesuaikan dengan hal tersebut, gaya jam tangan didesain menjadi lebih ramping dan lebih sederhana. Misalnya jam tangan Mini Vintage yang terinspirasi oleh art deco. Rebel pada jam tangan seperti miniatur hati menggambarkan nuansa feminin.

Tag : tips fashion
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top