Tumbuhkan Rasa Nasionalisme Anak Lewat Membaca

Untuk para orangtua, salah satu tips untuk membuat anak Anda memiliki rasa cinta tanah air adalah dengan membaca.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 30 Oktober 2018 04:48 WIB
Beberapa anak membaca buku di Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Kabupaten Semarang, Jateng - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Untuk para orangtua, salah satu tips untuk membuat anak Anda memiliki rasa cinta tanah air adalah dengan membaca.

Menurut Penanggung Jawa Program Pustaka, Nirwan Ahmad Arsuka, minat baca anak Indonesia yang rendah tidaklah benar. 

Berdasarkan pengalaman mendistribusikan buku dan membawa relawan ke seluruh penjuru tanah air, ada relasi hubungan dua arah antara anak yang menerima buku dan anak yang mengirimkan buku.

"Membaca itu membangkitkan nasionalisme baru. Karena ada yang mengirim buku ke Papua tetapi asal bukunya dari kawan di Medan," jelas Nirwan, Senin (29/10/2018).

Dia berpendapat pengiriman buku lintas daerah menanamkan perasaan kepedulian dan merasa dipedulikan oleh orang lain. Selain itu buku juga memberikan banyak pemikiran baru kepada anak-anak terutama buku cerita asli Indonesia.

"Membangun persatuan dan cinta tanah air bukan hanya kesadaran saja tetapi juga perasaan bersaudara di seluruh Indonesia," terangnya.

Nirwan yakin, Pustaka Bergerak dengan misi buku harus menghampiri manusia dan bukan sebaliknya akan menaikkan minat baca anak Indonesia. 

"Selama anak diberikan buku yang bagus dia pasti minat membaca. Kalau membaca buku yang buruk itu baru berbahaya," ujarnya.

Bisnis mencatat, Badan Pusat Statistik pada 2017 menyebut ada 3,4 juta orang di Indonesia yang masih buta huruf. Angka ini diklaim mengalami penurunan dari jumlah buta huruf tahun 2014 yang mencapai 5,9 juta orang. Ada pun dari 3,4 juta tersebut, sebanyak dua pertiga atau setara dengan 2.258.990 warga buta huruf adalah perempuan. Angka ini jauh lebih tinggi ketimbang angka buta huruf laki-laki sebanyak 1.157.703 orang.

Ada pun lokasi dengan angka buta huruf tertinggi berada di Papua dengan persentase 28.75%, disusul Nusa Tenggara Barat sebesar 5,15%, lalu Nusa Tenggara Timur sebesar 5,15%. 

Selanjutnya di Sulawesi Barat sebesar 4,58%, Kalimantan Barat sebesar 4,50%, Sulawesi Selatan 4,49%, Bali sebesar 3,57%, Jawa Timur sebesar 3,47%, Kalimantan Utara sebesar 2,90%, Sulawesi Tenggara 2,74%, dan Jawa Tengah sebesar 2,20%.

Menurut data BPS yang dirilis awal 2018 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia pada 2017 mengalamai kenaikan 0,9%. Ada pun IPM mencapai poin 70,81 atau naik 0,63 poin. 

Beberapa hal penting lain yang perlu diketahui, IPM ini disusun dengan menggunakan tiga dimensi, yaitu dimensi kesehatan yang indikator Umur Harapan Hidup (UHH), dimensi pengetahuan atau pendidikan yang diukur dengan Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS), serta dimensi hidup layak yang didekati dengan pengeluaran per kapita yang disesuaikan dan paritas daya beli.

Tag : nasionalisme
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top