RS Polri Imbau Relawan Penyelam Lakukan Terapi Oksigen Hiperbarik

RS Polri Mengimbau Relawan Penyelam Lakukan Terapi Oksigen Hiperbarik
Aziz Rahardyan | 05 November 2018 17:16 WIB
Tim SAR gabungan melakukan penyelaman saat melakukan mencari kotak hitam (black box) pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jakarta, Kamis (1/11/2018). Bagian kotak hitam tersebut saat ini akan diserahkan kepada KNKT untuk dilakukan investigasi lebih lanjut. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Pihak RS Bhayangkara Tk I R Said Sukanto atau lebih dikenal sebagai RS Polri Kramat Jati mengimbau agar para relawan penyelam pencarian korban dan puing kecelakaan Lion Air JT 610 agar melaksanakan terapi hiperbarik.

Meninggalnya seorang relawan penyelam bernama Syachrul Anto akibat dekompresi, membuat pihak RS Polri Kramat Jati mengimbau agar para penyelam dari relawan dan komunitas untuk mengikuti terapi ini agar dekompresi bisa dicegah.

"Apabila terlalu cepat (naik ke permukaan atau turun ke dasar laut) nitrogen yang berada di darah itu akan terikat dengan gas dan terjadilah penyumbatan sehingga bisa menyebabkan kematian mendadak," papar Penanggung Jawab Pelaksana Terapi Hiperbarik RS Polri, AKBP Karjana terkait dekompresi pada penyelam.

"Untuk terapi [hiperbarik] ini aplikasinya untuk penyelam sebelum menjalani penugasan penyelaman, dan bisa dilakukan sebelum, atau setelah beberapa kali menyelam," tambahnya.

Karjana menyatakan bahwa terapi hiperbarik merupakan Standar Operasional Prosedur (SOP) sebelum seseorang melakukan penyelaman.

Terapi oksigen hiperbarik berguna untuk menyesuaikan kondisi tubuh dengan tekanan atmosfer saat berada di bawah laut. Seorang penyelam akan diterapi di sebuah ruangan berisi oksigen bertekanan tinggi, agar tim dokter mengetahui ketahanan tubuh para penyelam.

Setelah itu tim dokter akan menentukan apakah penyelam tersebut layak atau tidak untuk melakukan penyelaman dalam waktu dekat.

Sebab itulah Karjana mengimbau kepada para penyelam yang berasal dari komunitas dan relawan yang ikut membantu evakuasi agar melakukan terapi tersebut di RS Polri Kramat Jati secara cuma-cuma.

"Jadi yang sudah dilakukan terkait dengan tragedi JT 610, instalasi hiperbarik di RS Polri sudah melakukan terapi ke 19 penyelam. Kami juga menghimbau kepada relawan lain untuk ikut terapi itu agar terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan," kata AKBP Karjana.

Sebelumnya, Syachrul Anto merupakan penyelam relawan dari Indonesian Diver Rescue Team (IDRT). Pria berusia 48 tahun ini meninggal dunia saat bertugas mengevakuasi korban dan puing pesawat Lion Air JT 610 pada Jumat (2/11/2018).

Tag : lion air jatuh
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top