Bagaimana Cara Mendukung Kerabat Anda yang Dilanda Duka?

Rentetan kejadian bencana alam di Palu dan musibah kecelakaan Lion Air JT-610 membuat beberapa orang di sekitar Anda mungkin mengalami kedukaan karena menjadi korban yang kehilangan orang yang dikasihi. Lantas apa yang bisa Anda lakukan mendampingi seseorang yang mengalami kedukaan?
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 08 November 2018 07:20 WIB
Sedih - cadasorg

Bisnis.com, JAKARTA – Rentetan kejadian bencana alam di Palu dan musibah kecelakaan Lion Air JT-610 membuat beberapa orang di sekitar Anda mungkin mengalami kedukaan karena menjadi korban yang kehilangan orang yang dikasihi.

Lantas apa yang bisa Anda lakukan mendampingi seseorang yang mengalami kedukaan?

Dilansir dari Instagram Yayasan Pulih @yayasanpulih, lembaga swadaya masyarakat untuk memberikan pendampingan psikososial menulis, Anda perlu memahami terlebih dahulu proses kedukaan.

Setiap orang memiliki caranya sendiri dalam menghadapi kedukaan, dan tidak ada satu pun cara yang dilakukan bisa disebut benar atau salah. Setiap orang memiliki waktunya masing-masing, ada yang cepat menerima ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama.

Anda juga perlu ingat, bahwa dalam proses berduka semua reaksi dapat diprediksi atau muncul sesuai urutan. Dalam proses ini seseorang ada luapan emosi dan campuran emosi negatif seperti sedih, marah, dan kecewa terjadi saat mengalami kedukaan.

Apa yang Sebaiknya Anda Lakukan?
Anda perlu memberikan bantuan praktis, misalnya, Anda bisa membantu mengurus administrasi, memasak, membelikan makanan, mengawasi anak atau orangtuanya, mengantar serta menjemput ke lokasi kedukaan, serta beberapa hal praktis lainnya.

Anda juga bisa menanyakan kebutuhan dan bantuan kepada rekan Ada tersebut. Jadi, Anda jangan hanya mengira-ngira saja ketika memberikan bantuan. Anda juga perlu menunjukkan ketulusan ketika berada dan berbincang dengan mereka. Anda perlu memberikan perhatian dan mengatakan, ‘ikut berduka atas kejadian yang menimpamu’.

Anda wajib menghargai dan menghormati keluarga serta orang yang berduka. Caranya dengan meluangkan waktu, menerima perasaann duka dan perasaan marah yang merasa alami. Kehadiran Anda bisa sangat berharga bagi mental mereka. Dukungan Anda juga bisa hanya dalam keadaan diam dan mendampingi, tidak perlu memaksa mereka untuk bercerita.

Ada pun kehadiran fisik Anda saja, tanpa banyak berbicara adalah bentuk dari Emotional-focused coping sekaligus religious coping. Emotional-focused coping, artinya mencari dukungan sosial, berbagi perasaan sedih, dan melakukan refleksi diri dari masalah yang terjadi dan diluapkan dengan menangis. Sementara religious coping adalah meningkatkan intensitas beribadah dengan lebih mengupayakan komunikasi dekat kepada Tuhan.

Catatan Penting Yang Perlu Anda Ingat
Anda perlu menghindari penilaian tertentu yang subjektif terhadap orang yang sedang berduka. Misalnya mengatakan dia ‘kurang sabar’, ‘lemah’, atau ‘cengeng’. Anda juga perlu menghindari penggunaan kata-kata yang tidak sesuai, misalnya ‘trauma’ atau ‘trauma healing’.

Terakhir, Anda juga harus menghindari penggunaan kata ‘sabar’, atau ‘semuar pasti ada hikmahnya’, ‘dia sudah ada di tempat yang lebih baik’, ‘harus move on’ berkali-kali kepada mereka yang berduka. Anda harus ingat, tidak semua orang prosesnya bisa langsung menerima kepergian orang terkasihnya.

Sebagai informasi, dihimpun dari data di www.yayasanpulih.org, ada pun Kantor Pusat Pulih saat ini didukung oleh kantor Area Aceh yang berfungsi untuk memberikan penguatan psikososial kepada korban Gempa dan Tsunami Aceh. Sementara itu, Kantor Area Ambon–untuk memberikan penguatan psikososial kepada remaja korban konflik antar agama. Kantor Area di Jakarta untuk pengungsi atau Urban Refuges Project dan memberikan penguatan dan pendampingan psikososial kepada para pengungsi internasional di sekitar Jakarta.

Tag : lembaga perlindungan saksi dan korban
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top